Anggota Harley Keroyok TNI di Bukittinggi Minta Maaf, Proses Hukum Lanjut

BUKITTINGGI,Lampusatu.com –  Dua anggota TNI jadi korban pengeroyokan anggota klub motor Harley-Davidson. Pengeroyokan terjadi saat anggota klub motor gede (moge) tersebut konvoi di daerah BukittinggiSumatera Barat (Sumbar).

Sejumlah anggota konvoi moge tersebut sempat diamankan ke Mapolres Bukittinggi. Selain didata, mereka diminta menyampaikan permintaan maaf secara lisan kepada Kodim 0304/Agam dan kedua anggota TNI yang jadi korban.

Dari video yang beredar di media sosial (medsos), tampak ada Den POM TNI yang mengarahkan para anggota konvoi yang menyampaikan permintaan maaf tersebut. Terlihat ada delapan orang yang menyampaikan permintaan maaf.

Baca juga  Positif Terinfeksi Covid-19, Bima Arya Minta Masyarakat Bogor Jaga Kesehatan

“Kami dari Harley-Davidson Owners Grup meminta maaf kepada prajurit Kodim 0304/Agam dan kepada seluruh anggota TNI atas pengeroyokan anggota TNI di Bukittinggi,” demikian isi pernyataan maaf yang dibacakan anggota klub Harley tersebut.

Anggota Den POM TNI yang ada di lokasi meminta sejumlah anggota Harley tersebut untuk membacakan permintaan maaf tersebut secara berulang-ulang.

Pihak kepolisian menyatakan proses hukum terus berlanjut. Korban pun sudah membuat laporan terkait pengeroyokan tersebut.

“Itu permintaan maafnya tapi pelaku yang sudah pasti terbukti melakukan tindak pidana 170 (KUHP tentang pengeroyokan) sesuai alat bukti dan keterangan saksi,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga  Peringatan Hut ke-73 RI, Resimen Armed 2/1 Kostrad gelar Lomba PBB antar Pelajar

Sebelumnya, video yang menunjukan 2 anggota TNI jadi korban pengeroyokan rombongan klub Harley-Davidson viral di medsos. Dalam video tersebut terlihat pengeroyokan terjadi di sebuah halaman ruko.

Disebutkan penganiayaan terhadap dua anggota TNI berpangkat serda itu terjadi pada Jumat (30/10), sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu kedua anggota TNI tengah melintas di Jalan Hamka, Guguk Panjang, Bukittinggi.

Kedua anggota TNI yang berboncengan tersebut menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas. Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat sepeda motor dua anggota TNI keluar bahu jalan.

Baca juga  Duh..Penghuni Lapas Kelas II B Purwakarta Kelebihan Kapasitas

Singkat cerita, terjadi cekcok mulut saat anggota TNI menyetop dan menanyakan maksud konvoi moge itu memotong jalannya. Akhirnya terjadi pemukulan terhadap kedua anggota TNI yang berdinas di Kodim 0304/Agam.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang berjaket kulit dan celana jins melakukan pengeroyokan terhadap anggota TNI yang berpakaian bebas. Polisi yang ada di lokasi sempat melerai, namun oknum anggota moge tetap melakukan penyerangan terhadap anggota TNI yang sudah dalam posisi tertidur meringkuk.

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini