Connect with us

Daerah

Banyak Praktik Aborsi, Diperlukan Pendidikan Mengenal Hak-hak Reproduksi Bagi Pelajar

Published

on

Foto : Kabid Pengendalian Penduduk dan advokasi, Tini Rostin

PURWAKARTA,Lampusatu.com – Lagi-lagi, Sesosok mayat bayi sengaja dibuang orang tuanya di tempat sampah di Kampung Tegajunti RT 02/04, Kelurahan Tegalmunjul,Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (9/4/2019).

Sebelumnya, kasus serupa ditemukan bayi yang diduga baru lahir, berjenis kelamin laki-laki tergeletak di salah satu kebun kosong di Cikopak, desa mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin (8/4/2019).

“Hati ibu mana yang tak menangis dan merasa miris. Makhluk mungil yang tak berdaya dibuang, dirampas hak hidupnya bahkan oleh orang tuanya. Disaat banyak pasangan sah banyak menanti sang buah hati, pemberitaan ini semakin menyayat hati,” kata Kabid Pengendalian Penduduk dan advokasi, Tini Rostin_i, saat ditemui di Taman Maya Datar, Komplek Kantor Pemkab Purwakarta, Rabu (10/4/2019).

Baca juga  Bupati Subang Tegaskan Tidak Pernah Konsumsi Narkoba

Maraknya pembuangan bayi di Kabupaten Purwakarta, menurutnya, tidak terlepas dari perilaku seks pranikah/seks bebas atau perilaku menyimpang dikalangan anak-anak dan remaja.

“Biasanya para pelaku pembuangan bayi didominasi remaja yang hamil diluar nikah. Mereka memilih membuang bayi atau bahkan melakukan aborsi,” ujaranya.

Menurutnya, diperlukan pendidikan mengenal hak-hak reproduksi dan organ seksual dikalangan remaja dan pelajar. Penting pula dilakukan pemberantasan pornografi dan pornoaksi yang menjadi triger atau pemicu maraknya pergaulan bebas.

Baca juga  IPHI Dituntut Berkiprah Memakmurkan Jamaah yang Mabrur

“Maraknya pergaulan bebas tak lepas dari suasana yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Gempuran ide kebebasan (red: kebebasan berperilaku) semakin merasuk di kalangan anak dan remaja,” jelas Tini.

Kalau melihat fenomena ini, lanjut dia, pihaknya akan menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Kepemudaan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta dan pihak Kepolisian untuk bersama-sama pembinaan terhadap para pemuda yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Baca juga  Pilot Gadungan "Ngaku" di BIJB Kertajati Tipu Pengusaha Kontrakan

“Sudah terbukti banyak dampak buruk dari pergaulan bebas ini. Banyak remaja yang terpaksa menjadi pembunuh anaknya sendiri. Nilai kemanusiaan telah hilang. Bayi-bayi lahir hasil zina begitu malang hingga akhirnya ia diaborsi dan dibuang. Dengan kerjasama yang akan terjalin ini, saya harap tak ada lagi bayi malang, tak ada lagi bayi yang dibuang,” pungkasnya.

 

 

Wartawan : Alif

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *