Connect with us

Daerah

Berkunjung ke Tol Cipali Rest Area 102 Subang, Ini Pesan Kakorlantas Kepada PT.LMS

Published

on

Foto : Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa saat tiba di rest area 102 Tol Cipali untuk survey kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2018, Senin (12/3/2018).

SUBANG,Lampusatu.com,- Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa melakukan kunjungan ke Tol Cipali Rest Area 102 Subang, dalam rangka mengecek kesiapan OPS Ketupat Lodaya 2018.

Tiba dilokasi sekitar pukul 11.00 Wib, Kakorlantas disambut langsung Dirlantas Jabar Kombes Pol Prahoro Tri Wahyono SIK, Dirjen Hubungan Barat, Kepala BPJT, dan Pejabat LMS.

Dalam sambutannya, Royke meminta operator Tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) untuk membuat atau menambah tempat parkir untuk beristirahat para pemudik Lebaran mendatang. Ia masih yakin, jika jalur tol cipali nanti masih menjadi titik kerawanan. Apalagi, jalur jalan Tol Cipali yang sudah tersambung dengan jalan tol baru di daerah Jawa Timur masih menjadi primadona.

“Untuk itu saya meminta ini perlu diperhatikan, bisa tidak mencari lahan-lahan mati yang tak jauh dari rest area utama untuk dijadikan rest area bayangan.Nantinya bisa dijadikan tempat istirahat para pengguna jalan tol apabila kelelahan. Ini bisa dilakukan kerjasama dengan pihak Pemerintah, yang dikelola oleh desa dan kecamatan setempat dimana menumbuhkan para PKL baru untuk diberdayakan. Sisi lain selain memberikan keselamatan kepada pengguna tol, juga ada pemasukan ke daerah tersebut,”kata Royke.

Menurutnya, tol cipali 102 km ini masih sangat rawan terutama terjadi pada arus balik. Sehingga harus diadakan contra flow. Banyak kendaraan yang berhenti di bahu jalan karena kehabisan bensin dan hendak buang air.

“Kita juga tidak bisa berbuat banyak karena memang habis bahan bakar dan begitu akan masuk ke rest area sudah penuh. Jadi kita mohon operator menambah sarana sehingga pengguna jalan menjadi lebih tenang dan aman. Saya yakin arus balik di tol cipali akan tetap menjadi titik rawan bagi para pengemudi. Untuk itu perlu ada penambahan rest area melalui lahan tidur itu,”timpalnya.

 

Sementara menurut Direktur PT LMS, Rinaldie mengakui, jika kondisi yang terjadi pada lebaran tahun lalu dan pihaknya sudah membuat beberapa terobosan seperti halnya gerbang masuk maupun keluar di Palimanan dibuka 26 gardu dan satu untuk gerbang top up yang kehabisan isi kartunya.

“Tidak hanya itu kendaraan ambulance 12, derek 10 pun sudah disiapkan ditambah patroli PJR sebanyak 8 unit, “ujarnya.

Dijelaskannya, mengenai areal parkir di KM 155 B sudah dipersiapkan termasuk di bekas gerbang Cikopo yang mampu menampung 50 kendaraan lebih serta penataan di rest area yang sudah ada. Hanya untuk membuka tempat itu pihak kepolisian sendiri.

“Adanya antrian parkir di rest area terutama 102 dan 101 dikarenakan jumlah toilet yang kurang dan kami akan menambahnya, “tegasnya.

Sebelumnya Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Prahoro Tri Baskoro menjelaskan pada lebaran 2017 jumlah arus kendaraan ada penurunan sekitar 27 persen yang melewati jalur wilayah kerjanya termasuk angka kecelakaan. Bahkan keramaian arus terjadi pada H-2, termasuk arus balik cukup meriah pada H+2.

“Jadi kalau dipetakan jalur yang rawan di wilayah Pantura sebanyak 20 titik, kemudian seluruh jalan tol baik Cipali, Cipularang ,maupun tol Cilenyi. Khusus tol Cileunyi dan pertemuan dengan Cipularang akan dilakukan cara bertindak (CB) berbeda dengan tahun sebelumnya, ditambah memberdayakan jalan alteri. Sedangkan di jalur Selatan masih tetap CBnya walaupun ada perencanaan yang sedang dimatangkan dengan dinas terkait, “tandasnya.