Connect with us

Daerah

Daur Ulang Sampah Plastik, Mahasiswa Unsika Ajak Warga Purwakarta Buat Ekobrik

Published

on

Foto: Mahasiswa KKN Unsika tengah mengubah sampah plastik jadi Ekobrick di desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

PURWAKARTA,Lampusatu.com – Permasalah sampah plastik yang terus meningkat menimbulkan dampak buruk di masyarakat. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan untuk menangani masalah ini. Pengelolaan sampah plastik pun terus ditingkatkan.

Dengan cara membuat Ekobrick Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) bersama masyarakat manfaatkan sampah plastik di daerah Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Menurut, Koordinator Mahasiswa KKN Unsika di Desa Darangdan, Ridho Sastrawijaya, sebagai Salah satu solusi mengurangi sampah plastik, pembuatan ekobrik sekaligus mengurangi resiko bencana, dan sebagai upaya konservasi sungai sebagai nadi kehidupan dan pusat peradaban.

Mengingat pada tahun ini, tambah dia, Unsika menerapkan pelaksanaan KKN tematik citarum harum.

“Ecobrick atau ekobrik, adalah bata yang ramah lingkungan. Ecobrick menjadi salah satu dari sekian banyak cara mendaur ulang sampah plastik. Tidak seperti bata yang pemanfaatannya terbatas, ekobrik bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Dari mulai mebel, piala, dan bahkan karena sifatnya yang kuat dan padat bisa dimanfaatkan untuk membuat dinding,” jelas Ridho, Minggu (28/7/2019).

Baca juga  Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad, Gelar Doa Bersama dan Istighotsah

Ia menambahkan, ecobrick dianggap menjadi solusi masalah sampah plastik yang sederhana namun visioner. Selain ramah lingkungan, rupanya, ecobrick ini mempunyai berbagai memanfaat.

Berbekal botol plastik dan sampah plastik yang sudah tidak bisa dimanfaatkan, mereka bersama masyarakat memasukan sampah plastik ke dalam botol plastik.

Sebelum dimasukan dalam botol plastik, sampah plastik dipotong kecil-kecil,kemudian masukkan ke dalam botol dengan cara ditekan, dengan tongkat kayu agar padat dan botol menjadi keras.

Baca juga  Polres Purwakarta Lakukan Tes Urine Kepada Puluhan Sopir Bus dan Truk

Jika dipadatkan dengan baik, ekobrik akan menjadi kuat yang mampu menopang beban berat.

Beberapa botol yang sudah padat dijadikan menjadi satu kemudian dilekatkan menggunakan lem. Ecobrick yang sudah jadi dapat dibentuk dan dimanfaatkan sebagai meja dan kursi taman.

Dikatakan Ridho, lingkungan yang bersih berawal dari perubahan yang kecil. Dari perubahan kecil ini juga bisa berdampak besar. Seperti halnya sampah plastik. Kerena sampah plastik menjadi salah satu penyebab tercemarnya sungai citarum.

“Lewat kegiatan ini, target kami adalah timbulnya kesadaran, dan tanggung jawab pribadi dalam mengolah sampah terutama bagi anak-anak dan remaja,” kata Mahasiswa yang sedang melakukan KKN di Desa Darangdan itu.

Kegiatan yang diawali dengan pengumpulan sampah-sampah yang plastik di sekitar desa darangdan, semua mahasiswa KKN yang berada di desa Darangdan diwajibkan mencari botol dan sampah plastik.

Baca juga  Board of Director PT South Pacific Blusukan ke Sungai Citarum

“Untuk membuat 1 bangku taman dibutukan 25 botol plastik kecil berukuran 650 ml, dan untuk meja taman 25 botol plastik berukuran 1500 ml.” Ujar Fika (21), Ketua Pelaksana kegiatan Ecobrick.

Dalam hal ini, lanjut Fika, masyarakat mendukung penuh kegiatan mahasiswa KKN dari Unsika dalam menerapkan lingkungan yang bersih.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan kesadaran bahwa pentingnya menjaga lingkungan sekitar demi kenyamanan bersama.

“Ekobrik merupakan solusi mengurangi sampah plastik juga untuk pembelajaran buat siswa dan warga agar membiasakan membuang sampah pada tempatnya, dan membuang jauh-jauh kebiasaan membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

 

 

Wartawan : Alif