Connect with us

Daerah

DPR RI Gandeng BPOM Edukasi Warga Pasawahan Cara Memilih Makanan yang Baik dan Sehat

Published

on

Foto : Komisi IX DPR RI menggandeng Badan POM Provinsi Jawa Barat memberikan edukasi kepada ratusan warga Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta , melalui Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA), Sabtu (28/7/2018) di Graha Assodriyah Pasawahan Purwakarta.

PURWAKARTA,Lampusatu.com,-Komisi IX DPR RI menggandeng Badan POM Provinsi Jawa Barat memberikan edukasi kepada ratusan warga Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta , melalui Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA), Sabtu (28/7/2018) di Graha Assodriyah Pasawahan Purwakarta.

Anggota Komisi IX dari Fraksi Gerindra drg Putih Sari mengatakan, saat ini belum semua masyarakat paham untuk membedakan makanan dan minuman yang layak dikonsumsi atau tidak.Untuk itu sosialisasi perlu diberikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengerti cara membedakan makanan yang layak konsumsi.

“Ini sangat penting untuk menjaga kesehatan,apa yang dikonsumsi dipastikan sehat.Bukan hanya makanan dan minuman saja tetapi obat pun harus diketahui oleh masyarakat”, ujar Putih.

Menurut Putih, dengan sosialisasi seperti ini masyarakat bisa memilih makanan dan obat-obatan yang layak dan aman untuk dikonsumsi.Badan POM sendiri kata Putih memikiki keterbatasan dalan struktur kelembagaan, sampai saat ini baru ada ditingkat Provinsi dan Pusat.Jikapun ada Dinas ditingkat Kabupaten/Kota sifatnya hanya membantu dan melakukan pengawasan

“Sekarang sedang dibuat Rancangan Undang-Undang Badan POM,salah satunya memperkuat secara kelembagaan dari Badan POM sendiri bagaimana bisa terbentuk ditingkat Kota dan Kabupaten agar fungsinya bisa lebih maksimal lagi,” tegasnya.

Sementara itu ditempat yang sama salah seorang peserta sosialisasi, Ibu Rianti (40) mengaku baru pertama kali mengikuti sosialisasi tentang Obat dan Makanan yang layak dikonsumsi. Jija sebelumnya menurut Rianti, dirinya tidak bisa membedakan mana makanan segar yang layak dikonsumsi atau tidak.

“Senang bisa mengikuti sosialisasi ini, tadinya saya asal makan dan memasak makanan seadanya. Membeli makanan dan minuman tidak membaca kandungan gizi dan kadaluarsanya.Acara ini benar-benar memberi pengetahuan yang harus dijetahui oleh masyarakat seperti kami ini,” katanya.

 

Wartawan : Alif