Gempa M 4,2 di Pangandaran, Mayoritas Warga Tak Merasakan Guncangan

Lampusatu.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 terjadi di wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Senin (28/9/2020) pukul 10.49 WIB. Menurut rilis yang disampaikan BMKG gempa tidak berpotensi tsunami.

Namun mayoritas warga Pangandaran mengaku tidak merasakan guncangan gempa tektonik tersebut. Bahkan warga di sekitar pantai Pangandaran umumnya tak merasakan gempa dengan kedalaman 10 kilometer tersebut.

Pantauan detikcom, aktivitas warga di sekitar wilayah Kecamatan Pangandaran baik di pantai, pasar Pangandaran maupun kawasan pertokoan tampak tak terpengaruh. Mayoritas warga tak merasakan guncangan gempa.

Baca juga  Kang Akur Ikut Gowes Bareng Anniversary 1 Tahun BBC

“Iya katanya ada gempa, tapi tidak terasa, mungkin karena saya sedang aktivitas,” kata Cici (38) pemilik warung di sekitar pasar Pangandaran.

Baca juga  Libur Panjang, Jalan Tol Cipali 102 Masih Sepi

Dia mengetahui adanya gempa itu dari suaminya. “Suami kan pasang aplikasi info gempa di handphone-nya,” kata Cici.

Ia juga mengetahui mengenai ramainya pemberitaan adanya potensi tsunami 20 meter. “Ya makanya suami memantau terus informasi gempa,” ucap Cici.

Baca juga  Polsek Cibatu Berbagi Makan Sahur ke Warga Terdampak Covid-19 di Jalanan

Hal senada diungkapkan oleh Riyadi, warga Dusun Bojongjati, Desa Pananjung Pangandaran. “Padahal saya lagi diam di kamar, tapi tak terasa (guncangan),” katanya.

BMKG Gempa yang Berpotensi Tsunami
Dia mengaku mendapatkan informasi dari kawannya. “Saya tahunya barusan, sekitar jam 11.30 WIB,” ujar Riyadi.

Sementara itu dalam informasi yang disebar oleh pihak BPBD Pangandaran dijelaskan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran dalam Lempeng Eurasia. Pihak BPBD Pangandaran juga menyatakan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga  Warganya Tinggal di Gubuk Reot, Kades Rancamulya : Segera Dapat Bantuan Pemerintah
Baca juga  Pandemi Corona, Napi Lapas Purwakarta Produksi Sendiri Masker Berbahan Kain

 

Sumber : detik.com

Populer

Berita terbaru

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini