Connect with us

Daerah

IKMA Dorong Para Santri untuk Menjadi Wirauasha Industri

Published

on

Foto : Saat Bimtek Wirausaha IKM dan penyerahan peralatan produksi roti di Aula Ponpes Al - Muhajirin. Rabu, (10/7/2019).

PURWAKARTA,Lampusatu.com – Mendorong para santri untuk menjadi wirausaha industri, Direktorat Jendaral Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) di bawah Kementrian Perindustrian RI menyerahkan mesin dan peralatan produksi roti kepada Pondok Pesantren Al Muhajirin, Kabupaten Purwakarta.

Direktur Jendral IKMA Gati Wibawaningsih mengatakan, Program penumbuhan wirausaha baru IKM di Ponpes Al Muhajirin diberikan dalam bentuk bimbingan teknis serta pasilitas/peralatan produksi roti. Harapannya, selepas dari pesantren, mereka memiliki keahlian dan siap berwirausaha.

“Wirausaha di bidang produksi roti dipilih, karena sesuai proposal yang diajukan Ponpes tersebut dan tentunya dengan melihat kebutuhan dan kemampuan santri nya, jadi terserah mau nya bidang wirausaha apa kami dari kementrian hanya memfasilitasi” Ujar Gati, saat ditemui usai membuka Bimtek Wirausaha IKM dan penyerahan peralatan produksi roti di Aula Ponpes Al – Muhajirin. Rabu, (10/7/2019).

Baca juga  Kapolsek Kalijati Ajak Warga Nobar Pertandingan Sepak bola Indonesia Melawan Korea

Pada kesempatan itu, selain bimbingan teknis, Ditjen IKMA juga mempasilitasi mesin/peralatan produksi roti yang berjumlah 15 jenis terdiri dari mesin produksi hingga kemasan.

”Fasilitas tersebut kami berikan kepada Ponpes dengan harapan dapat dimanfaatkan sebagai unit bisnis baru di PonPes Almuhajirin. Kami melihat pondok pesantren dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia,” jelasnya.

Program Santripreneur oleh Ditjen IKMA, lanjut Gati, dari tahun 2013 hingga 2018 telah membina sebanyak 22 Ponpes dan lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi dan motivasi kewirausahaan.

Baca juga  Peringati Hari Keluarga Nasional ke 26, DPPKB Purwakarta Gelar Lomba Membuat Poster

Menurutnya, Ponpes memiliki peran sebagai Agent Of Devolement yang sangat penting mengembangkan Sumber Daya Manusia di Pedesaan sehinga menjadi sarana penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

”Ponpes memilik SDM yang berkualitas, santri itu kan ulet, sabar, jujur dan tekun” jelas Gati.

Kenapa Ponpes Al – Muhajirin yang dipilih, ditambahkan Gati, Ponpes Al – Muhajirin diketahui memiliki santri lebih dari 4000 orang serta memiliki beberapa unit usaha diantaranya, percetakan, konveksi, peternakan ikan, dan pertanian serta lokasi Ponpes yang berada di tengah pemukiman penduduk.

“Jadi sangat strategis untuk berwirausaha dan untuk pemasaranya, nanti akan kami fasilitasi juga dengan berjualan secara online, jadi semuanya akan kita fasilitasi sampai betul – betul sukses berwirausaha dan mandiri,” kata Gati.

Baca juga  Kapolres Majalengka Monitoring Pengamanan Surat Suara di PPK

Ditempat yang sama,  Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta, Hj.Karliati Djuanda melalui Kabid Perindustrian, Tiktik Kartika Wulansari, menyambut program santripreneur karena menambah kegiatan positif para santri ketika mondok di pesantren.

“Para santri nanti berguna bagi masyarakat, menumbuhkan ekonomi daerah dan bisa menyerap tenaga kerja khususnya di Kabupaten Purwakarta. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa menunjang produksi kami untuk bisa lebih bersaing di pasaran,” ungkap Tiktik.

 

 

Wartawan : Alif

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *