Implementasikan Proyek UPLAND, Subang Bakal Garap 1.165 Hektar untuk Pengembangan Buah Manggis

75

SUBANG,Lampusatu.com – Bupati Subang, H.Ruhimat baru saja meneken MoU untuk implementasi proyek UPLAND (The Development of Integrated Farming System at Upland Area) Menteri Pertanian di di Hotel Aston Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Kabupaten Subang menjadi salah satu dari 14 Kabupaten/Kota di Indonesia yang mendapatkan program UPLAND ini.

Untuk Subang sendiri akan mengembangkan sektor pertanian komoditas buah manggis diatas lahan 1.165 hektar.

Seperti diketahui program UPLAND ini menjadi salah satu komitmen dikepemimpinan H.Ruhimat dan Agus Masykur Rosyadi mewujudkan Subang jawara melalui pembangunan mengembangkan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang didukung Pemerintah Pusat.

UPLAND merupakan Proyek Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu di Daerah Dataran Tinggi yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani di daerah dataran tinggi melalui pembangunan serta peningkatan insfrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis dan penguatan sistem kelembagaan lalu membangun sentra perbibitan dilengkapi dengan sarana prasarana budidaya benih modern.

Baca juga  Kapolres Majalengka Bareng Jurnalis Nobar Film 22 Menit

Adapun kegiatan pengembangan sektor pertanian di daerah dataran tinggi tersebut di danai oleh Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) sebesar USD 120 juta dan sebagian dana tersebut yaitu sebesar USD 75,2 juta akan di hibahkan pada 14 Kabupaten lokasi kegiatan.

Ke 14 Kabupaten tersebut diantaranya adalah Banjarnegara, Magelang, Malang, Garut, Tasikmalaya, Lebak, Lombok Timur, Gorontalo, Minahasa selatan, Purbalingga, Sumbawa, Sumenep, Subang dan Cirebon. Adapun Cirebon dianggap mengundurkan diri karena tidak menindaklanjuti proses dan persyaratan yang ditetapkan.

Baca juga  Alhamdulillah, Seluruh Pasien Covid-19 Secapa AD Sembuh

Terkait proyek UPLAND menurut Direktur irigasi pertanian Ir. Rahmanto komoditas yang dikembangkan merupakan komoditas yang berorientasi ekspor dan masuk dalam target program swasembada atau komoditas unggulan daerah. “Komoditas disesuaikan dengan potensi daerah yang memiliki potensi ekspor” ujar Ir. Rahmanto.

Berikut nama daerah yang menjadi lokasi penerapan proyek UPLAND di Indonesia:
– Banjarnegara (473 hektar) komoditas kopi yang berintegrasi dengan ternak domba
– Lebak (500 ha) area manggis
– Garut (200 ha) area bibit kentang
– Tasikmalaya (500 ha) area padi organik
– Subang (1165 ha) area Manggis
– Minahasa Selatan (1040 ha) area kentang
– Gorontalo (70 ha) area Pisang Gape
– Lombok Timur (811 ha) area bawang putih
– Purbalingga (640 ha) area kambing dan lada putih
– Malang (300 ha) area bawang Putih
– Magelang (2000 ha) area padi organik
– Sumenep (460 ha)area bawang putih
– sumbawa (1000 ha) area bawang merah
– Cirebon (1000 ha) dengan komoditi mangga gedong gincu.

Baca juga  Operasi Zebra Lodaya 2018 Dimulai, Ini Pesan Kapolres Purwakarta Bagi Para Pengendara

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini