Connect with us

Daerah

Kemarau Lebih Panjang, Warga Diminta Waspada Kekeringan di Purwakarta

Published

on

Foto : Ilustrasi

PURWAKARTA,Lampusatu.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan terjadi kemarau panjang dan potensi kekeringan dibeberapa wilayah di Jawa Barat, termasuk di Purwakarta.

Koordinator BMKG Wilayah Jawa Barat, Tony Agus Wijaya menjelaskan, kondisi iklim terkini dari peta monitoring hari tanpa hujan (HTH) seluruh wilayah Purwakarta tidak pernah diguyur hujan.

Baca juga  Luar Biasa, Satres Narkoba Polres Purwakarta Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Sekolah

Sehingga pihaknya menyampaikan peringatan dini kekeringan, status awas daerah tidak hujan berturut-turut, hingga potensi kekeringan ekstrim terjadi.

“Beberapa desa di kecamatan Darangdan Purwakarta, telah terjadi lebih dari 60 hari berturut-turut, tanpa hujan,” ujar Tony, saat dikonfirmasi Tribun Jabar, di Purwakarta, Selasa (20/8/2019).

Dengan akan masuknya periode puncak musim kemarau di Purwakarta, warga diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak kemarau panjang.Beberapa dampak yang bisa ditimbulkan seperti kekeringan, kekurangan air bersih dan potensi kebakaran lahan disebagian besar wilayah. Khususnya rawan kekeringan dan daerah dengan HTH diatas 60 hari.

Baca juga  Duh, Sepasang Remaja Kepergok Sedang Berduaan di Toilet SPBU Plered

“Agar hemat air, memanfaatkan sumber air dipermukaan dan di bawah tanah. Serta antisipasi potensi kebakaran dengan tidak membuat sumber api yang tidak diawasi,” katanya.

Menurutnya, apabila tidak ada sumber air dipermukaan sungai, danau, situ dan sumber air dibawah tanah semisal sumur, dan mata air, maka terdapat potensi kekeringan meteorologis.

Tetapi jika ada air di sungai dan sumur, tidak berpengaruh kekeringan.

Baca juga  Bingung Cari Makan Siang di Purwakarta? Mampir Aja di Sambel Layah

 

 

 

Sumber : Tribunjabar.com