Connect with us

Daerah

Ketua Kadin Majalengka : Kadin Memiliki Etika Bisnis Sebagai Tuntutan Moral dan Perilaku

Published

on

Foto : Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Majalengka H. Budi Victoriadi

MAJALENGKA,Lampusatu.com,- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Majalengka H. Budi Victoriadi menegaskan, Kadin memiliki etika bisnis sebagai tuntutan moral dan perilaku yang mengikat bagi para anggotanya.

Dengan menyadari kedudukannya sebagai wadah pengusaha Indonesia yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rakyat dan masyarakat Indonesia, maka guna mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha yang sehat dan tertib.

Menurut dia, Kadin menetapkan etika bisnis yang merupakan tuntunan moral dan pedoman perilaku bagi jajarannya dan anggota Kadin didalam menghayati tugas dan kewajiban masing-masing.

Dijelaskan dia, Kadin berfungsi sebagai wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi pengusaha Indonesia, antara para pengusaha Indonesia dan pemerintah, dan antara para pengusaha Indonesia dan para pengusaha asing.

Baca juga  Wujudkan Pelayanan Prima Polres Rakor Linsek

“Selain itu, kami berfungsi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian, dan jasa dalam arti luas yang mencakup seluruh kegiatan ekonomi, dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan professional, serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional,” kata Mang Budi sapaan akrabnya, Senin (23/07/2018).

Sementara itu, Ketua Komite Bidang IT Kadin Majalengka Herry Supriyadi mengungkapkan, maraknya investasi yang masuk ke Majalengka dalam kurun beberapa tahun terakhir ini, memang merupakan hal positif bagi dunia usaha Majalengka dan berpotensi meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Namun banyaknya investor yang masuk ke Majalengka jangan sampai membuat pengusaha lokal menjadi penonton di daerah sendiri, harus ada suatu solusi dari industri besar dalam menjalin kerjasama dengan pengusaha local,” ujarnya.

Baca juga  Pembangunan Jalan Luar Lingkar Bandara Terus Dikebut

Bentuk kerjasama itu diantaranya menurut Herry, dengan melibatkan para pengusaha lokal dalam menunjang industri besar bisa dengan memberikan pekerjaan atau vendor kepada pengusaha lokal.

“Jadi aspirasi para pengusaha yang tergabung di Kadin, menginginkan agar industri besar tidak menguasai sektor hulu sampai hilir namun melibatkan pengusaha lokal juga bisa dengan sistem alih daya dan transfer ilmu dan teknologi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Herry, maraknya investasi di Majalengka harus diimbangi dengan peningkatan pendidikan sumber daya manusia (SDM) guna menunjang industri besar di Majalengka agar warga Majalengka nantinya tidak menjadi penonton di daerah sendiri.

Baca juga  Asyik Pesta Miras, 4 Pemuda Diamankan Polsek Jatitujuh

“Indek Pembangunan Manusia (IPM) Majalengka sendiri masih rendah dengan tingkat rata-rata sekolah hanya 8 -12 tahun, hal ini harus dibenahi dulu,” ungkapnya.

Herry juga mengharapkan, adanya perbaikan kinerja birokrasi di Majalengka yang banyak dikeluhkan oleh investor atau para pengusaha diantaranya tentang lambatnya dan sulitnya proses perizinan dan adanya zonasi industri sesuai RT/RW.

“Perlu adanya standarisasi bisnis dalam bidang proses penertiban izin usaha, memperhatikan RTRW, memperhatikan AMDAL dan ketersediaan kualitas dan kuantitas tenaga terampil, hal ini yang harus disediakan dulu oleh Majalengka,” ungkapnya.

 

 

Wartawan : Jaja Sumarja