Connect with us

Daerah

Kominfo Ajak Masyarakat Menangkal Gerakan Radikalisme dan Terorisme

Published

on

Foto : Kementrian Komunikasi Informatika (Kominfo) RI menggelar diskusi bersama, tentang "Stop Radikalisme dan NKRI Damai" di Gedung Graha Sindangkasih Majalengka, Jumat (12/10/2018) sore.

MAJALENGKA,Lampusatu.com, – Kementrian Komunikasi Informatika (Kominfo) RI menggelar diskusi bersama, tentang “Stop Radikalisme dan NKRI Damai” di Gedung Graha Sindangkasih Majalengka, Jumat (12/10/2018) sore.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Majalengka, Ahmad Sodikin, Kepala Kominfo Majalengka, Maman Sutiman, Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad, Dandim 0617/Majalengka, Letkol Inf Novi Herdian, mahasiswa, pelajar, Ormas, OKP, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Sekda Kabupaten Majalengka, Ahmad Sodikin menyambut baik acara diskusi stop radikaliseme dan NKRI damai tersebut. Karena hal ini, kata dia, merupakan upaya Pemerintah Daerah Majalengka dalam menangkal radikalisme dan terorisme di kalangan masyarakat.

Tak hanya itu, Ahmad juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mengamalkan Pancasila demi mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pancasila sebagai ideologi yang sangat kuat untuk menekan terorisme,” katanya.

“Tak hanya itu, Kami juga mengajak kepada warga masyarakat Majalengka untuk memperkuat keimanan kita, bahwa Islam bukan teroris. Teroris bukan Islam dan soal terorisme yang dikaitkan dengan agama, itu adalah tidak benar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kominfo Kabupaten Majalengka, Maman Sutiman menyebutkan, kegiatan itu digelar untuk membentangi, mulai dari para pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum dari hasutan gerakan terorisme dan radikalisme.

“Jika mereka sudah punya dasar pemahaman tentang itu, insya Allah tidak akan terjebak dalam radikalisme maupun terorisme,” ujarnya.

Dalam diskusi itu, lanjut dia, pihaknya menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan. Seperti, dari Kementrian Kominfo RI, Bidang Komunikasi dan media masa, Gun Gun Siswandi, Ketua MUI Majalengka, KH. Anwar Sulaeman dan Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP M Wafdan Muttaqin.

“Semoga diskusi ini tak sekadar menjadi formalitas belaka. Karena masyarakat harus tahu dimana radikalisme itu muncul, dan bagaimana melakukan antisipasinya, terutama harus tumbuh dari dirinya sendiri,” pungkasnya.

 

Wartawan : Jaja Sumarja

Hot News

Terbaru