Connect with us

Daerah

LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Dukung ‘Gerakan Rumah Indonesia’

Published

on

Foto : Rahyang Mandalajati Evi Silviadi (Istimewa).

SUBANG,Lampusatu.com – Tokoh Adat Sunda Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mendukung pernyataan sikap “Gerakan Rumah Indonesia” yang disampaikan sejumlah tokoh Nasional di Yogyakarta, Kamis (2/5/2019),

Untuk membentuk panitia menyelidik penyebab tragedi Kemanusiaan atas jatuhnya korban jiwa pada pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019.

Dan untuk Korban tersebut tercatat, meninggal dunia 380 orang petugas KPPS, 72 petugas Bawaslu, 22 petugas Kepolisian, dan 2.232 orang petugas dalam kondisi sakit. Kondisi ini membuat prihatin berbagai kalangan, termasuk Rumah Indonesia.

Saat dikonfirmasi , Raja Galuh Pakuan, Evi Silviadi, yang juga anggota “Gerakan Rumah Indonesia” menyatakan bahwa, tragedi tersebut membuat tanda tanya besar di masyarakat, sekaligus duka yang teramat dalam, padahal menurutnya, garis konstitusi dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945, memberikan kewajiban pokok pada negara untuk senantiasa melindungi keselamatan warga, tanpa kecuali.

Baca juga  Ratusan Warga Ikuti Gerak Jalan Santai Bareng Indung Budak

Dengan demikian, tidak ada alasan apapun yang dapat dibenarkan (Konstitusi), ketika korban jatuh, bahkan satu jiwa sekalipun. Keselamatan seluruh warga, adalah hak dasar adanya (Kekuasaan) negara.

“Ini menjadi tanda tanya besar di masyarakat, kenapa pada demokrasi saat ini banyak menelan korban jiwa. Untuk itu, Rumah Indonesia mengeluarkan pernyataan sikap, yang tentunya sangat kami dukung,”ujar Evi Silviadi kepada Lampusatu.com.

Selanjutnya, Evi Silviadi, menambahkan bahwa, pernyataan sikap Rumah Indonesia yang dibacakan di Yogyakarta itu, menuntut agar otoritas yang berwenang secara menyatakan, Hari Berkabung Nasional atas korban yang jatuh, yang ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang.

Baca juga  BRI Cabang Purwakarta Berikan Bantuan 1 Unit Mobil Ambulance ke Bataliyon Armed 9 Pasopati Kostrad Purwakarta

Evi berharap, penanganan para korban agar diambil alih oleh negara  khususnya yang kini masih terbaring sakit.

“Mereka membutuhkan jenis penanganan yang memadai dan agar masalah kesehatan tidak menjadi tanggungjawab pribadi dan keluarga. Rumah Indonesia juga meminta atas kejadian luar biasa ini, segera dilakukan penyelidikan yang menyeluruh dan serius oleh pemerintah,”harapnya.

Selanjutnya, atas dasar kesetujuan pada misi Rumah Indonesia, Evi Silviadi, berkomitmen untuk memperluas gerakan rumah Indonesia di Jawa Barat dan bersama sejumlah tokoh nasional, akademisi serta para Guru Besar akan terus mendesakkan tuntutan agar negara bekerja keras mengungkapkan tabir misteri atas kejadian luar biasa tersebut. Sementara di lain pihak, penyelenggara Pemilu mengklaim telah mempersiapkannya dengan baik.

Baca juga  Pertamina Asset 3 Field Simulasikan Penanganan Aksi Massa Hingga Berujung Penyanderaan

“Perlu dibentuk suatu Panitia Penyelidik Sebab-sebab Tragedi Kemanusiaan tersebut. Jika dibutuhkan untuk menjaga independensi, Pantia Penyelidik tersebut, dapat melibatkan elemen masyarakat sipil atau bahkan WHO,”pungkasnya.

Dan untuk menguatkan statemen, Rumah Indonesia mengakhiri acaranya dengan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang di halaman Kantor Bawaslu DIY.

 

 

Wartawan : Iwan Sukmawan