Pasar Kalijati Dibangun Kembali, Pedagang Mengeluh Harga Kios yang Ditawarkan Pengembang Mahal

SUBANG,Lampusatu.com – Di Penghujung akhir Tahun 2020 ini,
Pasar Tradisional Kalijati dikabarkan akan segera kembali dikebut pembangunannya setelah sebelumnya ludes terbakar 2019 lalu. Dan dibuatlah lebih dari 150 lapak sementara yang dibangun melalui bantuan Pemkab Subang melalui DKUPP Subang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampusatu.com, rencana pembangunan pasar diatas lahan milik Pemerintah Desa Kalijati Timur ini masih menyisakan persoalan.  Para pedagang pasar Kalijati mengeluh terkait mahalnya harga kios  yang akan dibangun pihak pengembang, PT.Senjaya Rejeki Mas (SRM).

Mereka (Pedagang) mengklaim merasa tidak dilibatkan atau diajak dialog terlebih dahulu ihwal pembangunan pasar tersebut.

Salah satu pedagang pasar tradisional Kalijati yang ditokohkan, H.Agus Isak, mengatakan permasalahan pasar ini rumit, karena salah satunya tidak mengajak para pedagang terlibat langsung dalam berbagai hal.

Baca juga  Perayaan HUT PGRI, Menyisakan Tumpukan Sampah Plastik di Alun- alun Jalancagak

“Tidak secara langsung para pedagang diajak berbicara dan audensi dengan pihak desa. Padahal yang akan menempati dan membeli, ya para pedagang,” ujar Agus Minggu dilansir dilaman beritapembaruan.com.

Ia dengan tegas mempertanyakan Pemerintah Desa Kalijati Timur dan pihak pengembang PT. Senjaya Rejeki Mas.

“Kami akan layangkan surat ke pihak desa tentang berbagai hal khususnya tentang penentuan harga sepihak tanpa ada musyawarah dengan para pedagang,”ungkapnya.

“Harusnya ada musyawarah dengan para pedagang tentang berapa harga dan bagaimana tata cara pembayaranya. Lalu setelah ada titik temu dengan para pedagang serta pihak pengembang, selanjutnya, hasil musyawarah itu disosialisasikan ke semua pedagang. Itu sepertinya lebih baik,” timpalnya, yang menyebut dalam waktu dekat ia akan membuat forum pedagang pasar Kalijati untuk menjembatani dengan pihak Pemdes dan Pengembang.

Baca juga  Turun ke Jalan, Pengurus DPD LSM Laskar NKRI Berbagi Takjil Gratis

Secara terpisah,  Kepala Desa Kalijati Timur Ahadiat Amaludin mengatakan, “Kami sudah sarankan sejak awal, sebelum pasar kebakaran, agar para pedagang untuk membentuk forum atau asosiasi atau apapun namanya. Dan pembentukan forum itu merupakan ranah dari para pedagang sebagai jembatan pedagang dan Pemerintah Desa,”ujarnya.

” Para pedagang yang terdaftar di Pemdes cuma 293 an pedagang kios dan 120 lemprakan,” ujar Ahadiat .

Baca juga  Sumpah Pemuda, Kepala Kesbangpol Subang : Pemuda Harus Kreatif & Jauhi Narkoba

Ketika ditanyakan mengenai harga yang tertera di brosur itu apakah sudah dimusyawarahkan dengan para pedagang ? Ahadiat mengatakan, bahwa kalau di brosur itu, harga pedagang baru di luar pedagang lama.

” Yang di brosur mah untuk harga  pedagang baru, bukan untuk pedagang lama,” jawabnya singkat.

Diberitakaan sebelumnya para pedagang di Pasar Kalijati mengeluh dengan mahalnya harga yang ditawarkan PT. SRM Rp.20 juta per meter bahkan hingga mencapai Rp. 792 juta untuk ruko dua lantai.

 

GalihAndika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini