Penularan TBC di Industri Sangat Tinggi, Wabup Subang Ingatkan Soal Pencegahan !

94
Foto : Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi saat mengikuti Fokus Grup Diskusi (FGD) kemitraan lintas sektor dalam upaya pengembangan model penanggulangan tuberkulosis di tempat kerja yang diselenggarakan di hotel nalendra Subang. Selasa (2/11/21). (Dok.Prokopim Pemkab Subang).

SUBANG,Lampusatu.com – Dalam rangka penguatan program pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di tempat kerja industri guna mencapai eliminasi tuberkulosis 2030, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan yayasan (Founfation) Kusuma Buana menyelenggarakan Fokus Grup Diskusi (FGD) kemitraan lintas sektor dalam upaya pengembangan model penanggulangan tuberkulosis di tempat kerja yang diselenggarakan di hotel nalendra Subang. Selasa (2/11/21).

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi hadir untuk membuka kegiatan FGD kemitraan lintas sektor dalam upaya pengembangan model penanggulangan tuberkulosis di tempat kerja yang dihadiri oleh Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Ketenagakerjaan provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Subang, kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan wilayah IV dan para direktur perusahaan Kabupaten Subang.

Laporan dari yayasan Kusuma Buana menyampaikan bahwa kegiatan FGD merupakan salah satu dukungan dari Kementerian Kesehatan RI Direktorat kesehatan kerja dan olahraga dalam upaya pengembangan model penanggulangan TBC di tempat kerja, industri dan tempat kerja perkantoran yang akan dituangkan dalam sebuah Policy Brief atau ringkasan kebijakan yang tentu nantinya dapat digunakan sebagai suatu landasan dikembangkannya kegiatan P2TBC di tempat kerja untuk mendukung tercapainya eliminasi TBC 2030.

Baca juga  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Ciater Lakukan  Penyemprotan Disinfektan

Tujuan dari FGD yaitu memperoleh gambaran secara lengkap model pelaksanaan penanggulangan TBC di tempat kerja, memperoleh informasi kemitraan, komitmen dan kebijakan perusahaan dalam menjalankan penanggulangan TBC di perusahaan, memperoleh informs terkait kendala, keberhasilandan penanggulanagan TBC dan mengatasi terjadinya stigma diskriminalisasi terhadap pasienTBC serta mendapatkan usulan rekomendasi atau sasaran dalam pengembangan model penanggulangan TBC di tempat kerja.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Riskiyana secara virtual menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara denagnTBC tertinggi di dunia menempati urutan ke-3 dengan jumlah 845.000 penderita dengan angka kematian sebanyak 98.000. Jumlah kasus tersebut baru 67% yang ditemukan dan diobati, sehingga terdapat sebanyak 283.000 pasien TBC yang belum diobati dan beresiko menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.

Baca juga  Sat Binmas Polres Majalengka Gelar FGD Pencegahan Dini Paham Radikalisme

70-80% penderita TBC pada kelompok usia produktif. Tempat kerja merupakan tempat berkumpulnya banyak orang sehingga potensi penularannya sangat tinggi, namun tempat kerja mempunyai peluang untuk menekan terjadinya penularan TBC jika dilakukan upaya-upaya pengendalian yang baik.

Kang Akur sapaan akrab Wakik Bupati Subang Agus Masykur menyatakan prihatin Indonesia merupakan negara ketiga di dunia dengan kasus tuberkulosis terbanyak dan menjadi penyebab kematian terbanyak.

Salah satu kelompok populasi yang sangat mungkin terpapar dengan tuberkulosis adalah populasi di perusahaan. Untuk itu diharapkan pihak perusahaan mendukung pemerintah dalam mensukseskan program pemerintah yaitu gerakan bersama menuju eliminasi TBC 2030 (elimination of tuberculosis 2030).

“Semoga dengan kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada setiap industri mengenai pencegahan pengobatan dan perawatan pasien tuberculosis di lingkungan kerja. Jangan diskriminatif terhadap orang yang terjangkit TBC karena bukan kemauan pasien yang mungkin dari turunan,”ujarnya.

Baca juga  Ini Kesaksian Horor Mahasiswa Unsika yang Selamat dari Gua Lele

“Kegiatan ini juga sangat positif bagi masyarakat Subang yang mana saat ini Subang masuk zona industry rebana dengan akan banyaknya para pekerja di industry bahkan pendatang baik investor maupun imigran,”timpalnya.

Ia menginstruksikan kepada seluruh stake holder, jajaran dan petugas kesehatan di semua tingkatan yang ada di Kabupaten Subang Dinas Kesehatan seluruh rumah sakit dan Puskesmas serta para pengusaha bersinergi untuk serius dalam menangani permasalahan tuberkulosis ini pantau dan telusuri secara langsung segenap lapisan masyarakat yang terindikasi terkena TBC agar bisa ditangani sedini mungkin.

Perusahaan yang hadir pada kegiatan tersebut diantaranya dari PT. Crevis, PT. Hyundong, PT. SUAI, PT. Young Won, PT. Solve It, PT. Shinwon, PT. Ie Motto, PT. Sung Won, PT. Kwang Lim dan PT. Taekwang Industrial Indonesia.

 

Ovan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini