Connect with us

Daerah

Rame- rame Datangi Pabrik, Warga Cipeundeuy Subang Pasang Spanduk Tolak LGBT

Published

on

Foto : Puluhan warga cipeundeuy saat memasang spanduk tolak LGBT.

SUBANG, Lampusatu.com – Puluhan warga Cipeundeuy saat ini mulai resah dengan keberadaan kelompok Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) .

Apalagi, virus LGBT dinilai datang dari kalangan buruh pabrik.

Sikap tegas mereka pun diwujudkan dengan mendatangi pabrik – pabrik yang berada di lingkungan Kecamatan Cipeundeuy dengan memasang spanduk tepat di gerbang masuk perusahaan, dengan tulisan  “Tolak LGBT”, Jumat (13/9/2019) pagi.

Baca juga  Turun ke Jalan, HMI -MPO Cabang Lebak Tuntut Perbaikan Jalan Rusak

Aksi spontanitas warga tersebut,  karena prihatin dan khawatir masuknya virus LGBT dapat merusak dan menular ke generasi milenal khususnya wilayah Cipeundeuy.

Salah satu tokoh masyarakat yang juga pengurus  Laskar Pembela Islam Desa Wantilan, Ustadz Dede Ahmad, menyatakan bahwa keberadaan LGBT di Wantilan sudah betul-betul meresahkan.

“Tidak hanya sepasang atau pun dua pasang, sudah banyak kami temukan di setiap pabrik di wilayah Desa Wantilan, dan Ini betul-betul meresahkan. Gerakan ini juga merupakan gerakan penolakan masyarakat yang mengharapkan desa Wantilan bersih dari LGBT. Alhamdulilah didukung penuh oleh Pemdes Wantilan, Babinsa, dan Bhabinkantibmas,”ujar Ustadz Dede, yang juga menyebut aksi pemasangan spanduk juga dilakukan di lingkungan sekolah.

Baca juga  Malam Ini, Warga Purwakarta Rasakan Getaran Gempa

Aksi puluhan warga terhadap penolakan LGBT ini pun mendapatkan apresiasi dari pihak Pemdes setempat.

Menurut  Kadea Wantilan, Komarudin S.P.d, menyatakan bahwa pemasangan spanduk tersebut adalah menindak lanjuti laporan warga masyarakat Desa Wantilan yang memang merasa resah adanya Komunitas LGBT di Wilayah Desa Wantilan.

” LGBT ini  penyakit yang memang membahayakan lingkungan, sehingga pelru dicegah,”pungkasnya.

Baca juga  Pemdes Marengmang  Pasang Spanduk di Perusahaan, Berisi Penolakan Adanya LGBT

Aksi massa ini pun mendapatkan pengawalan ketat dari pihak TNI/Polri  dari Muspika setempat.

Wartawan : Iwan Sukmawan

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *