Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di Subang Melonjak Tinggi

SUBANG,Lampusatu.com – Perceraian yang terjadi di wilayah Kabupaten Subang yang diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Subang ternyata akibat faktor ekonomi. Hal ini pun tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19 selama tahun 2020.

Untuk itu, masyarakat Kabupaten Subang yang hendak menikah agar matang secara usia dan mapan secara ekonomi, sehingga di kemudian hari tak terjadi perceraianceraian.

Kepala Panitera PA Kabupaten Subang, Drs. H. Dadang Zaenal, M.M yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa 15 Desember 2020, membenarkan kalau angka perceraian baik cerai gugat maupun cerai talak, sejak Januari- pertengahan Desember 2020 mencapai angka lebih dari 4.800 an Ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Baca juga  Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Kawasan Pelabuhan Patimban, KPA Subang MoU dengan KSOP

“Tentu saja faktor yang menyebabkan perceraian beragam, karena catatan kami ada 11 klasifikasi dan terrbanyak faktor ekonomi, “jelasnya.

Baca juga  Blusukan, Hj.Yoyoh Kembali Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid di Kecamatan Jalancagak

Dari data yang ada, faktor ekonomi menjadi penyebab paling mendominasi. dengan angka mencapai 2.865 lebih perkara dari total 3.770 perkara. Berikutnya, perselisihan dan pertengkaran terus menerus 661 perkara, meninggalkan salah satu pihak 157 perkara, dihukum penjara 22 perkara dan kekerasan dalam rumah tangga 19 perkara, poligami ilegal 17 perkara, murtad 13 perkara, mabuk 7 perkara, judi 6 perkara, madat 2 perkara dan zina 1 perkara.

Baca juga  Kemenag Purwakarta Ucapkan Selamat Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju

Sedangkan secara keseluruhan perkara yang diterima oleh PA Kabupaten Subang menapai 5.449 perkara setelah ditambah sisa perkara tahun 2019 sebanyak 531 perkara dan berhasil diputus sebanyak 4.996 perkara sehingga ada tersisa sebanyak 435 perkara yang akan dilanjut persidangannya pada tahun 2021 mendatang.

“Dalam proses persidangannya pun, kita membuka sidang di tempat dengan dipusatkan di daerah Ciasem untuk wilayah Pantura dan Jalancagak untuk wilayah Subang Selatan. Sidangnya sepekan sekali dan untuk mempermudah serta memperingan pelayanan bagi warga yang kurang mampu, “ungkap H.Dadang.

Baca juga  Ribuan Karyawan PT. Crevis Tex Jaya Mogok Kerja
Baca juga  Subang Integrasi Forum Desak Mr. W Segera Ditangkap

Untuk itulah, pihaknya berpesan yang akan menikah agar matang secara usia dan mapan secara ekonomi, apalagi untuk nikah di bawah umur pun selama tahun 2020 cukup banyak mencapai 187 sesuai dengan surat dispensasi kawin yang dikeluarkan PA Subang.

Setelah menikah pun dan jadi suami istri untuk selalu saling memahami, mencintai dan perhatian, serta satu sama lain harus paham sifatnya. Jika hal ini dilakukan, rumah tangga akan harmonis, dan tidak akan terjadi perceraian,” pungkasnya.

Sumber : Galamedianews.com

Populer

Berita terbaru

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini