Santri Ponpes Darul Falah Main Ular Tangga Raksasa Hingga Ziarah ke Makam Ulama Pejuang

SUBANG,Lampusatu.com – Permainan ular tangga santri ponpes Darul Falah Desa Cimanggu Kecamatan Cisalak,  Kabupaten Subang  menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia selama perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam permainan dengan ukuran raksasa menggunakan bekas lantai rumah bilik kyai ini bisa diikuti hingga 4 orang santri, keramik berukuran 30×30 cm  ini dilukis layaknya permainan ular tangga di atas karton.

Ketua panitia HUT RI Ponpes Darul Falah Dessa Cimanggu, Sariningsih (18) mengungkapkan  tujuan permainan ular tangga ini sebagai filosofis perjuangan rakyat Indonesia dalam memertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ada turun naiknya dalam memertahankan kemerdekaan, perjuangan rakyat ada pasang surutnya, intinya kita tidak boleh mudah menyerah dalam perjuangan,” ucap santri asli warga desa Cimanggu ini.

Permainan yang diselingi canda dan tawa para santri ini disenangi mereka, Hesti santri asal Demak Provinsi Jawa Tengah mengaku senang bermain ular tangga raksasa tersebut.

Baca juga  Ratusan Anggota Kosti Deklarasi Damai Pemilu 2019 Aman dan Kondusif

“Biasanya saya di Demak bermain dengan kawan-kawan di kertas karton sambil duduk, sekarang kami sambil lompat-lompat, ketawa ketiwi senang pokonya, kami di sini betah karena banyak pengalaman barunya,” kata Hesti.

Dengan buah dadu sebesar ember kecil, para santri ini bergantian melemparkannya penuh riang gembira, main ular tangga raksasa ini juga diikuti santri putra-putri baik tingkat SMP atau tingkat SMA.

Pimpinan Ponpes Darul Falah Kyai Ridwan Hartiwan mengatakan kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 ini menjadi rutinitas seperti di lembaga lainnya.

“Yang membedakan sebagai lembaga pendidikan yang mengusung pendidikan agama dan pembelajaran budaya Kami tetap ingin merawat kebiasaan yang baik dari tradisi lama dengan mengaktualisasi permainan anak-anak tempo dulu,” jelasnya.

Ridwan melanjutkan, istilah Islamic and cultural Boarding School merupakan tagline pesantren ini untuk membawa nilai-nilai agama dan ke Kancah internasional, jika sudah dianggap mampu.

Baca juga  Ratusan Peserta Ikuti Kejuaraan Lomba Burung Berkicau UDBC di Majalengka

“Maka untuk itu dalam kegiatan tahun ini permainan seperti ular tangga, Congkak, orang menjadi permainan utama para santri, apalagi mereka adalah anak-anak Indonesia yang hidup di desa, maka permainannya pun harus yang memiliki nilai filosofis, seperti ular tangga raksasa yang dimainkan sekarang ini memiliki filosofi olahraga sehat, Spirit kejuangan Tak Kenal Menyerah dan ketekunan yang selalu melahirkan keberhasilan, sportif dan tidak curang. Dan kami ingin melestarikan permainan permainan seperti ini,” terangnya.

Menurut Kyai yang juga pengurus forum pondok pesantren (FPP) Kabupaten Subang ini juga bahwa selain kegiatan tadi perlombaan yang kerap menjadi langganan lomba Agustusan tetap dilaksanakan seperti balap karung, main kelereng, balap kerupuk, panjat pinang dan lain sebagainya tetap diadakan untuk para santri dan masyarakat.

Ziarah Kubur Ke Makam Ulama Pejuang

Baca juga  Kota Bandung Targetkan Juara Umum MTQ ke-35 di Subang

Kyai Ridwan juga mengatakan jika ada nilai sejarah dan ibadah yang dipadukan dalam kegiatan ziarah kubur makam para ulama pejuang Subang, para santri Ponpes Darul Falah melakukan kegiatan tersebut secara berkelompok,” ada pembagian kelompok untuk ziarah ke beberapa makam para ulama terkemuka di Kabupaten Subang khususnya seperti ke makam pendiri Pesantren pagelaran di desa Cimeuhmal Kecamatan tanjungsiang Kabupaten Subang, yakni makam KH. Muhyidin atau yang terkenal dengan sebutan Mama pagelaran,” ungkapnya.

Istimewa

Dia juga mengatakan sebagian kecil santrinya ada juga yang berziarah ke makam pulang buka Eyang Wangsa Goparana di Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang.

“Dalam Tausiah Subuh saya juga membacakan sejarah mereka para ulama tersebut yang dikaitkan dengan nilai perjuangan bangsa Ketika melawan penjajah upaya menggali dan mengeksplorasi nilai kejuangan ulama dan pesantren di masa silam,” tandasnya .

Wartawan : Iwan Sukmawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini