Connect with us

Daerah

Tragis ! TKI Ilegal Asal Subang Dikabarkan Tewas di Rumah Majikannya di Malaysia

Published

on

SUBANG,Lampusatu.com – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Subang bernama Aminah yakni warga asal Kampung Betok, Desa Mulyasari, Kecamatan Binong, Subang, dikabarkan meninggal dunia di rumah majikannya di Malaysia.

Informasi ini diterima dari petugas Kepolisian Penang Malayasia lewat telepon yang diterima putri korban Oktapiani, bahwa Ibunya telah meninggal dunia pada tanggal 1 Maret 2019, karena kecelakaan kerja, jatuh dari lantai 12 di rumah majikannya.

Kematian TKI Ilegal  yang berujung tragis ini menambah deretan kasus tenaga kerja yang mati dirumah majikannya.

Kasubag Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Subang, H.Indra Suparman, bahwa informasi pertama yang diterima oleh pihaknya dari anaknya korban
Oktapiani yang telah datang ke kantor Disnakertrans Kabupaten Subang, ia meminta Pemerintah Daerah agar memulangkan jenazah almarhumah Ibu Aminah ke kampung halamannya tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Karena ia berasal dari orang tidak mampu.

Baca juga  Kecelakaan Tunggal di Tanjakan Emen, 1 Orang Tewas dan 2 Orang Luka Ringan

“Yang menyulitkan membawa jasad aminah adalah persoalan di dokumen, bahwa Aminah menggunakan nama Menah warga Medan, sedangkan foto menurut putri korban adalah Aminah ibunya,”ungkap Indra kepada wartawan.

Saat ini kata Indra, tetap berupaya membantu membawa pulang jenazah aminah tersebut.

“Iya kami telah melayangkan surat kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia Penang- Malaysia dan Kementrian Luar Negeri RI Direktorat Perlindungan WNI/BHI di Jakarta untuk membantu proses pemulangan jenazah aminah,”jelasnya.

Baca juga  Polsek Cibatu Berbagi Takjil ke Para Pengguna Jalan

Indra juga mengungkapkan bahwa di bulan Januari hingga Maret 2019 sudah 3 Orang TKI Ilegal yang meninggal dunia di Negara Malaysia diantaranya Asih Binti Misja warga Dusun Lengkong, Kecamatan Cipendey, meninggal karena sakit, berangkat ke Malaysia mengunakan paspor nama orang lain, yaitu Ersih, kemudian Dapat Hidayat warga Tambak Dahan meninggal di Kuala Lumpur itu di bulan januari 2019, sedangkan Aminah meninggal di bulan Maret.

“Jadi total yang meninggal sampai saat ini dari tahun 2018 hingga Maret 2019 sudah 44 orang TKI,”keluhnya.

Baca juga  Rumah Warga Desa Gempolsari Patokbeusi Ludes Terbakar

Untuk menekan maraknya calo-calo TKI ilegal, Indra melakukan pencegahan pertama memperketat pemeriksaan dokumen. Kedua melakukan kerjasama dengan Pemerintah tingkat desa dan terus-menerus melakukan sosialisasi dengan masyarakat di setiap desa.

“Kami akui untuk memutus sindikat TKI tersebut memang bukan perkara mudah. Karena ketika ditutup dari sisi ini, bocor di sisi lain. Padahal prosedur yang benar harus melalui dInas ketenagakerjaan dan harus diketahui oleh PJTKI dan sudah disediakan pelayanan satu atap. Walaupun diperketat tetap aja TKI Ilegal itu selalu terjadi,” pungkasnya.

Red : Galih Andika

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Mang Uhen

    March 6, 2019 at 2:58 am

    Inalillahi wainalillahi rojiun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *