Connect with us

Daerah

Warga Majalengka Keluhkan Pasokan Air PDAM

Published

on

Foto : Warga Majalengka mengeluh dan meminta pertanggung jawaban agar pasokan air PDAM tersebut kembali lancar.

MAJALENGKA,Lampusatu.com,- Soal aliran air bersih PDAM Kabupaten Majalengka, seringkali tersendat. Tak sedikit warga mengeluh dan meminta pertanggung jawaban agar pasokan air PDAM tersebut kembali lancar.

Namun kali ini, tersendatnya air bersih PDAM tersebut tak hanya menimpa sejumlah rumah warga. Tetapi juga menimpa beberapa kantor milik Pemkab Majalengka.

Seperti, dua instansi yang berada di Jalan KH. Abdul Halim Majalengka. Yakni, kantor Budpar dan kantor Radio Radika FM, milik Dinas Kominfo.

Sebagai simbol kekecewaan, para karyawan di dua kantor tersebut akhirnya memutuskan untuk beralih menggunakan sumur bor.

Salah seorang pegawai Dinas Pudpar Kabupaten Majalengka, Indra mengaku air PDAM kerap mati. Bahkan air bersih tersebut tidak mengalir hampir dalam kurun lima bulan terakhir ini.

“Ketika mengalir normal justru aliran mengecil. Masa kita nungguin bak mandi terus. Ya kita terpaksa buat sumur bor seperti ini,”katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan, salah satu penyiar Radio Radika FM, Onat Bachtiar Gunawan, bahwa air PDAM jarang dengan aliran normal ia dapatkan ke kantornya tersebut.

Namun, kata dia, jika sewaktu-waktu airnya mengalir pasti keluarnya sangat kecil dan itu pun tidak mencukupi kebutuhan sehari-sehari untuk karyawan yang akan menggunakan air tersebut.

“Ironisnya, untuk dibelakang kantor Radika, selalu mengalir lancar. Tetapi kalau ke dua kantor ini aliran air PDAM tersebut selalu tersendat,”ungkapnya.

Sementara itu, Toto, salah seorang penjaga malam Radika, mengaku bosan untuk melayangkan keluhannya ke kantor PDAM tersebut. Lantaran selalu tidak tanggapan dari pihak PDAM tersebut.

“Saya bosan telephone terus ke PDAM sampai pulsa habis. Jawaban dari PDAM, pasti katanya sedang ada perbaikan. Jikapun ada yang mengontrol, pasti hanya ngontrol saja, tidak ada tindak lanjutnya,”keluh dia.

 

 

Wartawan : Jaja Sumarja

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *