Connect with us

Desa Kita

Zaini Alif Inisiasi Lagi Pengembangan Beras Hitam di Kampung Bolang

Published

on

Foto : Warga masyarakat di Kampung Bolang 1 Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang Budi daya beras hitam kini tengah dikembangkan .

SUBANG,Lampusatu.com,- Wargamasyarakat di Kampung Bolang 1 Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, kali mulai melakukan pengembangan budidaya beras hitam.

Selain hasil panennya lumayan bagus, peluang pasar beras hitam cukup menjanjikan, banyak permintaan konsumen belum bisa dilayani dikarenakan areal tanamnya masih terbatas.

“Saya tanam beras hitam di Bolang baru tiga musim, hasil panen lumayan bagus. Memang kalau hasil panen lebih sedikit dibanding beras putih, tapi waktu tanam hingga panen lebih cepat. Selain itu kualitas berasnya bagus, kalau dimasak pulen. Soalnya lahan disini termasuk cocok kadar cahaya dan airnya,” kata Zaini Alif pemilik Sanggar Budaya Hong Bolang Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang, Subang, di lansir dilaman pikiranrakyat.com.

Dijelaskan Zaini, jika  tanam beras hitam baru rintisan, dan sedang berupaya terus dikembangkan. Areal tanam masih terbatas dikarenakan baru beberapa warga yang menanam bera hitam.

“Sebenarnya tanam beras hitam di bolang bukan hal baru. Sebab zaman dulu juga sudah ada, malahan sesepuh disini menyebutnya beras karuhun. Tapi memang dari dulu yang tanamnya sedikit karena segmen pasarnya terbatas,” katanya.

Zaini mengatakan dirinya berupaya mengembangkan beras hitam dikarenakan banyak keunggulannya dibanding yang biasa.

Tujuannya, belajar kearifan lokal yang berdampak pada peningkatan ekonomi desa. Sebab mengkonsumsi beras hitam bisa lebih sehat dibanding betas biasa, di antaranya kandungan kadar gulanya rendah dan memiliki anti oksidan.

“Kalau harga jual memang lebih tinggi di banding beras putih. Kalau beras biasa paling mahal harganya kan diatas Rp 10 ribu. Beras hitam yang sudah dikemas dan disertifikasi bisa Rp 36 ribu – Rp 49 ribu per kilogramnya. Yang paling penting sebenarnya mengkonsumsi beras hitam ini, InsyaAllah lebih sehat,” ujarnya.

Diakui Zaeni, tanam beras hitam ini
harus diikuti dengan kesadaran kesehatan atau ingin hidup sehat. warga sudah mulai menambah luasan areal tanam beras hitam, tetapi masih relatif terbatas dan baru beberapa orang. Sebagian lagi sebenarnya berminat tanam tetapi masih melihat dulu permintaan pasarnya. Apabila banyak yang memerlukan baru warga mau tanam beras hitam.

“Memang peminat beras hitam ini segmennya khusus, tapi peluang pasarnya bagus. Saya juga rutin memenuhi pesanan, melalui relasi dan mencoba cari penjualnya. Alhamdulillah sudah banyak yang pesan. Bahkan ada yang minta di kirim tiap bulan. Saya kalau kurang jadi ngambil ke yang lain. Jadi keuntungannya beras hitam ini menjanjikan dan sehat,” katanya.

 

 

Red :Galih Andika