Mau Mulai Bisnis Online, Cus Catat 5 Hal Penting Ini

Lampusatu.com – Krisis kesehatan global telah mempercepat pertumbuhan dari toko fisik ke e-commerce atau online selama lima tahun. Pada tahun 2020 saja, menurut Indeks Ritel AS IBM, bisnis e-commerce diperkirakan akan tumbuh hampir 20%.

Meskipun ide meluncurkan bisnis e-commerce sangat menarik, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Untuk berhasil, perlu adanya perencanaan yang matang untuk mencapai visi dan misi dari perusahaan.

Berikut adalah paparannya seperti dilansir Entrepreneur:

Maksimalkan Pengalaman Pengguna (UX)

Pengalaman pengguna biasanya disebut UX alias user experince. Ini terkait dengan tampilan pada sebuah website

Memaksimalkan UX penting untuk kepuasan pengguna alias pengunjung website. Ini akan memberikan interaksi antara pengguna dan produk.

Misalnya membuat website online kamu mudah digunakan dan tidak membingungkan saat digunakan pengunjung. Pemeliharaan UX yang konsisten adalah suatu keharusan.

Baca juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Lion Air Hentikan Penerbangan Sementara

Kekuatan Gambar

Calon pengunjung website pasti menggunakan search engine untuk mencari produk yang diinginkan. Karenanya, penting untuk menampilkan foto yang bagus, terutama untuk bersaing dengan platform lain.

Jadikan ‘pencitraan’ produk sebagai sebuah kekuatan. Visual bisa sangat menentukan dalam bisnis online.

Bila tak pede dengan fotografi, Anda bisa menyewa seorang profesional untuk membantu mendapatkan foto yang menarik. Gambar-gambar yang Anda miliki bisa jadi investasi bagus untuk mengundang pengunjung ke website Anda.

Dorong Pembeli Mendiversifikasi Etalase

Sejak corona mewabah, banyak orang memilih berbelanja dari rumah. Apalagi kalau bukan untuk menghindari penularan virus. 

Karenanya ini seharusnya menjadi cara Anda untuk mendorong pengunjung melihat beragam hal di etalase toko Anda. Jadikan platform Anda sebagai tempat promosi yang baik.

Baca juga  BRI Subang : Hingga Bulan November Tahun 2018, Kami Salurkan KUR Rp.273 Miliar

Teknologi

Anda harus mau berkreasi dengan teknologi paling mutahir. Misalnya menggunakan (Augmented Reality) AR.

Ini adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Contoh gampangnya adalah Sephora yang menggunakan AR sehingga Anda bisa mencoba berbagai warna lipstik dan IKEA yang memungkinkan Anda melihat pratinjau furnitur di ruangan pada ponsel cerdas Anda.

Contoh lainnya bisa dengan membuat kunjungan ke Virtual Reality (VR) store atau dengan kode QR. Misalnya saat mengirimkan produk ke pelanggan, kirimkan juga kode QR yang memperkenalkan lebih banyak tentang produk, seperti pembaruan produk atau konten bersumber pelanggan tentang layanan Anda.

Baca juga  Akhir Tahun 2018, Laba Bersih Bank Mandiri Sebesar Rp.25 Triliun

Buat dan Bangun Konten


Strategi pemasaran konten yang baik akan mengarahkan traffic (lalu lintas) pengunjung ke website Anda. Ini menurunkan biaya akuisisi dan memberikan konten yang ‘berharga’ sehingga akan terus dibaca pengunjung selama bertahun-tahun yang akan datang.

Perhatikan pesaing Anda, dengarkan pelanggan Anda dan soroti pengalaman pengguna Anda. Jelajahi saluran sosial untuk menentukan praktik terbaik untuk masing-masing saluran.

Standarisasi proses pembuatan konten untuk kemudahan penjadwalan. Terakhir, gunakan berbagai format konten untuk mendiversifikasi traffic seperti posting blog, video, posting sosial, webinar, dan podcast.

Sumber : CNNIndonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini