Pertamina EP Asset 3 Tambun Field Dorong Mitra Binaan Lebih Mandiri

BEKASI,Lampusatu.com – Pertamina EP Asset 3 Tambun Field (PEP Tambun) tetap optimis mendorong para mitra binaan menuju kemandirian, hal ini dibuktikan melalui kesempatan yang diberikan kepada para penggiat pengobatan herbal di Villa Samudra Jaya dan Desa Hurip Jaya Kabupaten Bekasi. Minggu, 4 Oktober 2020, sebanyak 10 orang anggota kelompok Rumaj Toga Villa Samudra Jaya (VSJ) dan Saung Hiajau Srikandi (SHS) dinyatakan lulus sertifikasi ahli penyehat herbal oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sebelumnya para anggota kelompok mengikuti rangkaian Training of Trainer (ToT) Herbal Melalui Pengelolaan Ekosistem Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan setiap akhir pekan selama hampir 2 bulan.

Rangkaian kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kompetensi anggota kelompok agar menjadi penyehat tradisional yang kompeten dan tersertifikasi resmi oleh BNSP. Hasilnya, sebanyak 10 anggota lulus ujian sebagai penyehat tradisional kategori pratama.

Baca juga  GrabAssistant, Layani Belanja Kebutuhan Pokok Masyarakat Secara Online di 15 Pasar Tradisional Subang

Field Manager PEP Tambun, Krisna menyampaikan “Dengan sertifikasi ini semoga kedepan para penyehat tradisional bisa memberikan manfaat yang lebih banyak lagi bagi masyarakat sekitarnya. Terutama karena fasilitas kesehatab terdekat berjarak 14 KM dari Desa Hurip Jaya, aksesnya pun tidak mudah dan tidak ada kemdaraan umum menuju lokasi fasilitas tersebut”.

Sebagai penyehat tradisional kategori pratama, para anggota kelompok mampu menyiapkan resep simplisia dan meracik jamu dengan teknik dan peralatan yang sesuai standar. Rosidah selaku Ketua Kelompok Toga SHS berharap semoga kelompok semakin dipercaya masyarakat sebagai pegiat herbal.

Kusdiyanto dari kelompok Rumah Toga VSJ mengungkapkan “Sertifikasi ini memberi kami kepercayaan diri lebih untuk membantu masyarakat di sekitar. Seluruh anggota kelompok mengucapkan terimakasih atas kontribusi PEP Tambun”.

Baca juga  Bank BJB Subang Buka Kantor Kas di Unsub

Sejak mempraktikan kemahirannya meracik simplisia dan jamu lainnya hingga saat ini, kelompok Rumah Toga VSJ dan SHS telah membantu menyembuhkan 407 pasien. Beberapa penyakit yang ditangani diantaranya diabetes, rematik, maag, pegal-pegal dan rasa tidak enak badan.

Nacih (40) yang menderita diabetes sering mengeluh lemas dan mengantuk serta gula darah tinggi. Namun, setelah rutin melakukan konsultasi dan pengobatan herbal menggukanan racikan dari Daun Dewa, Bawang Dayak, Daun Afrika dan Sambiloto dari kelompok Saung Hijau Srikandi rutin dua kali dalam seminggu, kini kondisinya membaik. “Alhamdulillah mengonsumsi herbal, sekarang kondisi saya semakin membaik”, ujarnya.

Guna mendorong kemandirian kelompok, PEP Tambun juga memberikan bantuan berupa pendampingan sejak tahun 2016, peralatan dan perlengkapan penunjang produksi olahan toga dan kegiatan kelompok lainnya. Tujuannya agar kelompok memiliki fasilitas yang memadai dan mampu berkarya lebih baik lagi.

Baca juga  72 Hektar Lahan Dahana Dilepas untuk Percepatan Pembangunan Bendungan Sadawarna

Tidak hanya membuat jamu, di masa pandemi ini kedua kelompok juga berkontribusi dengan membuat hand sanitizer dengan bahan-bahan alami yang sangat membantu masyarakat sekitar khususnya di kala harga hand sanitizer melambung tinggi di beberapa bulan pertama pandemi. Selain itu baik Kelompok Rumah Toga VSJ dan SHS juga aktif membuat jamu instan dan ju segar siap minum yang didistribusikan ke berbagai fasilitas kesehatan bagi para tenaga kesehatan untuk membantu meningkatkan imunitas. Sebanyak 750 botol jamu instan dan jamu segar siap minum telah didistribusikan bersama dengan bantuan penanggulangan Covid-19 Tambun Field. (Rls).

 

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini