Soal Lelang Operator Patimban, SMDR: Persaingan Baru Dimulai

JAKARTA,Lampusatu.com – PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) mengungkapkan persaingan sesungguhnya dalam lelang operator Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat baru akan dimulai setelah Selasa, 20 Oktober 2020.

Itu bertepatan ketika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan para peserta yang lolos tahap pertama.

Pasalnya, perusahaan yang lolos tahap prakualifikasi masuk ke tahap kedua dan baru dapat mengikuti lelang pemilihan operator pelabuhan yang digadang-gadang akan jadi terbesar di Indonesia tersebut.

Direktur Utama SMDR Bani Maulana Mulia menuturkan pelaksanaan lelang ini sangat dikebut pelaksanaannya, mengingat rencana perilisan Pelabuhan Patimban dilakukan pada November 2020.

SMDR menjadi salah satu peserta lelang operator Pelabuhan di Subang tersebut melalui entitas anak usahanya yakni  PT Samudera Terminal Indonesia. Pihaknya pun terus mempersiapkan berkas administrasi yang dimintakan.

Baca juga  Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pertamina EP Asset 3 Terus Berinovasi dan Berimprovisasi

“Benar-benar mengebut [pelaksanaannya], jadi menurut panitia lelang Patimban, ada 2 tahap yakni pertama tahap prakualifikasi dan kedua tahap pemilihan. Hanya yang lolos tahap prakualifikasi yang akan diundang di tahap pemilihan,” jelasnya kepada Bisnis, Minggu (18/10/2020).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan tahap pemilihan operator belum diumumkan jadwalnya maupun detilnya. Para peserta yang lolos prakualifikasi yang akan mendapatkan jadwal tersebut. Adapun, pengumuman peserta yang lolos tahap prakualifikasi atau tahap pertama akan diumumkan pada Selasa, 20 Oktober 2020 mendatang.

Bani meneruskan pihaknya juga mendapatkan informasi ada 10 perusahaan yang secara resmi sudah mengambil formulir prakualifikasi lelang operator Pelabuhan Patimban. Dia menyambut persaingan ini dengan bersemangat.

“Menurut saya sangat bagus dan positif sekali. Kami salah satu dari 10 perusahaan itu, sebenarnya peta peserta yang lebih jelas, adalah siapa dari 10 perusahaan ini yang memasukkan dokumen prakualifikasi pada tanggal 15 kemarin dan lolos, ini peta peserta yang lebih valid,” ujarnya.

Baca juga  PT SPV Raih Proper Biru dari Pemkab Purwakarta

Dia menyebut dari 10 perusahaan tersebut 2 diantaranya BUMN dan 8 perusahaan swasta. Dua perusahaan BUMN tersebut yakni PT Waskita Karya Infrastruktur (anak usaha Waskita Karya) dan PT Kaltim Kariangau Terminal (anak usaha Pelindo IV).

Adapun 8 perusahaan lainnya, yakni PT Indika logistik Support Services; PT Samudera Terminal Indonesia; PT CTCorp Infrastruktur Indonesia; PT UC Services; PT Hasnur Jaya International; PT Hasnur Resources Terminal; PT Wahyusamudra Indah; dan PT Temas Tbk.

Baca juga  PDAM Subang Bakal Bangun Saluran Pipa Baru ke Pelabuhan Patimban

“Menurut saya memang yang bagus adalah proyek besar seperti ini dikelola oleh konsorsium perusahaan-perusahaan yang memiliki kekuatan, keunggulan masing-masing dan dapat saling kontribusi untuk memberikan nilai dan keberhasilan proyek dalam jangka waktu proyeknya yang cukup panjang yaitu 40 tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, karena nilai proyek yang besar, dan syarat yang diajukan cukup tinggi, maka sangat wajar kalau peserta akan bekerjasama untuk dapat memenuhi persyaratan-persyaratan lelang ini.

“Bagus sekali bahwa ada minat dari BUMN, swasta, perusahaan konstruksi, pengelola terminal pelabuhan, ada juga perusahaan batubara, ada perusahaan energi, ada juga perusahaan pelayaran. Ini menunjukkan minat positif terhadap masa depan Patimban khususnya, Jawa Barat, dan perekonomian Indonesia,” katanya.

Sumber : bisnis.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini