Subang Smartpolitan : Kota Mandiri Percontohan Pertama di Indonesia

SUBANG,Lampusatu.com –    Bupati Subang, H.Ruhimat atau disapa Kang Jimat dalam kegiatan press conference bersama Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk, Bapak Johannes Suriadjaja, mengapresiasi rencana masterplan Subang Smartpolitan.

Subang Smartpolitan masterplan dibuat mengedepankan teknologi dan sistem perkotaan yang efisien dan terintegrasi, desain arsitektur Subang Smartpolitan untuk mewujudkan Subang Smartpolitan sebagai kota mandiri percontohan pertama di Indonesia. Dalam sesi Tanya jawab terungkap, Presdir PT Surya Semesta Internusa Tbk mengatakan Subang Smartpolitan akan menerapkan teknologi fundamental pada smart city seperti teknologi IOT, 5G, termasuk teknologi autonomous cars.

Internet of Things (IoT), sendiri adalah sistem perangkat komputasi yang saling terkait, mesin mekanik dan digital, yang dilengkapi dengan pengidentifikasi unik dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi antar manusia atau manusia dan komputer.

Baca juga  Cara Cek Penerima UMKM e-Form BRI Rp 2,4 Juta dan Pencairannya

Presdir PT Surya Semesta Internusa Tbk Johannes Suriadjaja mengatakan dengan IoT dan teknologi yang terhubung tersebut, Subang Smartpolitan dapat meningkatkan kualitas, kinerja dan interaktivitas layanan dan mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi biaya. Beberapa contoh penerapan IoT dalam smart city seperti smart infrastructure (smart parking, smart lighting dan jalan yang terkoneksi), smart energy management, smart water management, smart waste management hingga smart city services. Implementasi tersebut diterapkan agar taraf kualitas hidup warga di Subang Smartpolitan dapat lebih baik dari kota kota lainnya.

Baca juga  PT.DAHANA Santuni 14 Orang Veteran
Baca juga  Pertamina EP Asset 3 Subang Field  Penuhi Kebutuhan Pokok Korban Banjir Pantura

Johannes juga menyampaikan pihaknya telah mengadakan komunikasi dengan Tesla Inc. di Amerika Serikat untuk mengundang datang ke Indonesia. Terkait dengan isu pembangunan pabrik baterai oleh produsen mobil listrik asal AS tersebut, Johannes melihat ada kesempatan bagi perseroan untuk menawarkan lahan industri yang potensial di Subang.

Selain itu, pemerintah juga telah mendukung upaya memboyong Tesla Inc. untuk masuk ke Tanah Air mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Selain perusahaan asal Negeri Paman Sam, Johannes menyebut perusahaan asal Korea Selatan juga sangat gencar untuk mendirikan pabrik baterai di Indonesia.

Fakta Subang Smartpolitan :
Dari Jakarta ±89 km, lama perjalanan ±60 menit. Dari Pelabuhan Patimban ±40 km, lama perjalanan ±30 menit
Dari Pelabuhan Tanjung Priok ±100 km, lama perjalanan ±70 menit
Dari Bandara Kertajati ±70 km, lama perjalanan ±60 menit
Dari Bandara Soekarno Hatta ±120 km, lama perjalanan ±90 menit
Dari Bandung ±90 km, lama perjalanan ±60 menit
Dari Jawa Tengah ±150 km, lama perjalanan ±90 menit

Baca juga  Pembangunan Pasar Purwadadi Ditargetkan Selesai Satu Tahun
Baca juga  Sejarah Panjang Pembangunan Bandara Kertajati yang Kini Masih Sepi

Rencana Pembangunan :
Industrial Lots, seluas 1.060 ha
Commercial, seluas 206 ha
Residential, seluas 257 ha
Green & Open Space, seluas 200 ha
Utility & Infrastructure, seluas 212 ha
Public Facility, seluas 15 ha
Future Development, seluas 767 ha.

 

Galih Andika

Populer

Berita terbaru

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini