Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Tahun Depan, Pemerintah Bakal Perketat Distribusi Gas Melon 3 Kg

Published

on

Foto : Istimewa

SUBANG,Lampusatu.com – Pemerintah bakal memperketat distribusi gas melon 3 kg pada tahun tahun depan. Khusus di Jawa Barat,  warga yang berhak membeli gas bersubsidi tersebut hanya sebanyak 4.997.321 (empat juta, sembilan ratus sembilan puluh tujuh,tiga ratus dua puluh satu) keluarga.

Kepala Bidang Penangan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar, Marwini mengatakan, jumlah tersebut merupakan warga yang terdaftar pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Baca juga  Serbuuu! Follow Mie Bakal Gratiskan 1000 Mangkok Suki di Hari Jadi Subang ke -71

Warmini menjelaskan, DTKS diperbarui sebanyak dua kali dalam setahun oleh Dinsos Provinsi maupun Dinsos kabupaten/kota. Data tersebut kemudian diolah oleh Kementerian Sosial untuk program penanganan kemiskinan.

“Secara berjenjang, Kemensos memberikan kewenangan kepada Dinsos Provinsi dan Dinsos kabupaten/kota untuk melakukan pembaruan DTKS dan melakukan pelayanan bagi OPD atau lembaga yang memerlukan data tersebut untuk program yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan,” urainya.

Baca juga  Produk Bom  P-100L dan  P-250L Milik PT.Dahana Raih Type Certificate

Warmini menyatakan, kebijakan untuk efisiensi distribusi gas melon telah siap dilaksanakan mulai tahun depan. Menurutnya, kebijakan untuk memperketat distribusi barang subsisi telah sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

“Sekarang tinggal bagaimana melaksanakan Undang-Undang itu dengan tepat. Agar lebih tepat sasaran, ada hal-hal yang harus sinkron. Bahwasannya semua penerima subsidi atau bansos itu adalah nama-nama baik keluarga atau individu yang tercantum dalam DTKS,” ucapnya.

Baca juga  Safari Ramadhan, DAHANA Berikan Bantuan Bahan Pokok ke 200 Orang Lansia

 

 

Sumber : Galamedianews.com

Wartawan : Iwan Sukmawan

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *