Connect with us

Event

Bulan Oktober Ini, Sumedang Bakal Gelar Kejuaraan Dunia Paralayang

Published

on

SUMEDANG,Lampusatu.com – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan bahwa ajang event paralayang ini akan menjadi sarana promosi pariwisata di Sumedang di kancah Internasional.

“Ajang ini akan dijadikan sarana untuk mempromosikan pariwisata Sumedang. Agar dunia tahu bahwa Sumedang sebagai ‘Surganya Paralayang’ sekaligus destinasi kelas dunia,” ujar Dony.

Event yang bernama West Java Paragliding World Championship And Culture Festival 2019 ini adalah kejuaraan yang baru pertama kali digelar dan akan diikuti sekitar 160 pilot dari 20 negara.

Dony menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, FASI Paralayang, Kementerian Pariwisata, komunitas, serta masyarakat lokal bekerjasama untuk mensukseskan West Java Paragliding World Championship And Culture Festival 2019 ini.

Doni mengatakan ada 3 pertimbangan bagi Sumedang dalam gelaran event ini. Yang pertama adalah daerah yang memiliki tempat yang sangat baik untuk olahraga udara, khususnya paralayang.

Baca juga  Seminar Nasional CRAIIP Dorong Sinergisitas Petani dan Peneliti dalam Adaptasi Perubahan Iklim

“Tidak hanya untuk kompetisi di level ‘accuracy’ dan ‘cross country’, tetapi juga bagus untuk ‘fun fly’ atau terbang gembira di atas Bendung Jatigede,” kata Dony.

Kedua, Sumedang memiliki potensi budaya dan pariwisata yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Sehingga mendapat julukan ‘Puseur Budaya Sunda’ atau Pusat Kebudayaan Sunda.

“Ketiga, adanya dukungan kerja sama dengan industri pariwisata, Pemda Provinsi Jawa Barat, FASI Paralayang, Kementerian Pariwisata, Kemenpora, komunitas, masyarakat termasuk media atau sebagai unsur pentahelix pariwisata,” sebutnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan event West Java Paragliding World Championship And Culture Festival 2019. Menurutnya, event ini akan berdampak meningkatkan ekonomi masyarakat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Selain itu, event wisata olahraga tersebut menjadi ajang untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Sumedang. Khususnya ikon Bendung Jatigede.

Baca juga  Warga Subang, Ayo Ikuti Gowes Gratis Jawara Raga

“Di kawasan ini juga akan dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menegaskan, kemajuan destinasi pariwisata sangat ditentukan oleh CEO commitment para gubernur, wali kota, dan bupati. Karena sekitar 50 persen keberhasilan pariwisata sangat tergantung dari CEO commitment.

Menurut dia, ini akan terlihat dari seberapa besar para pimpinan daerah mengembangkan 3 unsur penting pariwisata yakni; atraksi, amenitas, dan aksesibilitas (3A).

“Sisi lain, semakin banyak event pariwisata digelar membuat kesejahteraan ekonomi dan indeks kebahagiaan masyarakat di daerah akan meningkat,” kata mantan Dirut PT Telkom ini.

Untuk informasi, kejuaran dunia paralayang West Java Paragliding World Championship 2019 akan melombakan dua kelas. Yaitu Paragliding Accuracy World Cup (Pre-PGAWC 2019) dan Paragliding Cross Country World Cup (Pre-PWC 2019). Dan diakhiri dengan Paragliding Festival (Fun Fly dan Festival Budaya).

Baca juga  Bangkit Pasca Diterjang Tsunami, Pemkab Pandeglang Gelar Festival Kuliner

Untuk kelas accuracy (dengan lisensi dunia dari Organisasi Kejuaraan Dunia Paralayang Accuracy/ PGAWC), akan berlangsung di Kampung Toga, Sumedang, pada 22 – 25 Oktober 2019.

Untuk kelas cross country (dengan lisensi dunia dari Organisasi Kejuaraan Dunia Paralayang Cross Country/Pre-PWC 2019), akan berlangsung di Batu Dua, Sumedang, pada 22 – 26 Oktober 2019 diikuti sekitar 160 pilot.

Sedangkan untuk Fun Fly dan Festival Budaya dengan linsensi dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Acara ini akan berlangsung di Jati Gede, Sumedang pada 27 – 28 Oktober 2019.

 

 

Sumber : Detik.com

Wartawan : Iwan Sukmawan