Malam Ini Astra Tol Cipali Buka Jalur Pengganti Ruas Tol Cipali KM 122

72

SUBANG,Lampusatu.com – Proses pengerjaan jalur pengganti atau detour telah dikebut oleh Astra Tol Cipali pasca terjadi retakan tanah di KM 122 pada tanggal 9 Februari 2021 lalu.

Malam ini sekitar pukul 22.00 WIB di KM 122 ruas tol Cipali
akan mulai dilakukan pengalihan kembali dari contra flow sepanjang 1 KM menjadi lalu lintas normal

“Kami pastikan pada Jumat, 19 Februari 2021 pukul 22.00 WIB di KM 122 ruas tol Cipali
akan mulai dilakukan pengalihan dari contra flow menjadi lalu lintas normal dengan menggunakan jalur pengganti atau detour di median sepanjang 400 meter,”ungkap Agung Prasetyo Direktur Operasi ASTRA Tol
Cipali dalam rilisnya kepada awak media.

Baca juga  Kang Akur Main Tenis Lapang Bareng Kalapas II A Subang

Dijelaskan dia, pengoperasian jalur pengganti ini lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya dari
10 hari menjadi 7 hari.

“Dengan beroperasinya jalur pengganti ini maka secara resmi menutup contra flow sepanjang 1 Km sehingga tidak ada lagi penyempitan baik itu
arah Cirebon atau arah Jakarta,” jelasnya.

Ditambahkan dia, ASTRA Tol Cipali bersinergi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan wilayah setempat dalam penanganan arus lalu lintas dengan pengaturan dan pemasangan MCB atau pembatas jalan yang memisahkan jalur arah Jakarta dengan Jalur arah
Cirebon.

Baca juga  Ridwan Kamil : Mulai Hari Ini PSBB Jabar Dihentikan, 100 Persen Daerah Siap AKB

“Jalur pengganti di median ini terdiri dari 2 lajur yang dapat dilalui dengan
lancar, aman dan nyaman oleh pengguna jalan,”tambahnya.

Proses selanjutnya lanjut dia, setelah jalur pengganti di median KM 122 beroperasi dan lalu lintas normal, maka mulai dilakukan pekerjaan konstruksi selama kurang lebih 1.5 bulan untuk keretakan di KM 122 dengan mulai tahapan.

Baca juga  Banjir Bandang, BPPD Lebak : 5 Orang Tewas, 2 Orang Hilang

“Pertama Pengeboran struktur shoulderpile sebagai penahan longsoran, kedua Pengurugan area keretakan dengan selected material hingga top badan jalan, ketiga Perkerasan badan jalan, Keempat  Pemasangan sistem drainase / saluran pengairan, dan Kelima Pemasangan aksesoris jalan seperti guardrail dan deliniator,”pungkasnya.

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini