Connect with us

Headline

Anak Buruh Ayam Potong di Desa Marengmang Kalijati Lulus Tes Anggota Bintara Polisi

Published

on

Foto : Kebahagian tak bisa ditutupi oleh seorang ibu paruh baya Kosi Kormarawati (55) saat ditemui di tempat kerjanya di Kp. Gandarian Desa Marengmang, Kelijati, Subang.

SUBANG,Lampusatu.com,- Kebahagian tak bisa ditutupi oleh seorang ibu paruh baya Kosi Kormarawati (55) saat ditemui di tempat kerjanya di Kampung. Gandarian Desa Marengmang, Kalijati, Subang.

Ia merasa bangga, putra keduanya bernama Ray Riyoga belum lama ini dinyatakan lulus tes masuk jadi anggota bintara polisi di Polda Jabar.

Bahkan rencananya hari ini Selasa (7/8/2018), seluruh calon anggota Bintara hasil rekrutmen tahun 2018 ini akan menjalani pendidikan di SPN Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

“Tentunya saya sangat berbahagia dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Semoga saja terus disehatkan dan cita-citanya ingin membahagiakan keluarga tercapai. Ibu mah selalu mendoakan dan begini keadaannya,“ kata  Kosi Kormarawati sambil menangis tak kuat menahan rasa bangga dilansir dilaman galamedianews.com

Janda beranak dua itu tidak menyangka kalau putra kedua, lulusan tahun 2018 dari SMKN 2  jurusan Pelayaran-Nautika saat meminta uang untuk melengkapi berkas-berkas yang katanya daftar polisi.

“Karena kebetulan tidak punya uang, akhirnya minta ke kakaknya dan sebagian ke pemilik kandang ayam, “ujar Kosi dan ternyata pada Sabtu (4/8/18).

Ibu Kosi yang sehari-hari menafkahi keluarga menjadi buruh ayam potong serta membantu tetangganya ini. Tidak banyak yang dibicarakan karena kedua anaknya sudah sejak kecil ditingga ayahnya karena bercerai.

“Abdi mah sakieu buktosna, bumi ge anu warga, mudah-mudahan Alloh anu sudah memberikan kehendak dengan jalan yang baik ya, Ray  mencapai cita-citanya,” ungkapnya saat berbicang dengan Bhabinkamtibmas Desa Marengmang, Aiptu Haryadi.

Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni melalui Kabag. Sumda, Kompol H. Solihin Badrudin meng­ungkapkan kalau sejak awal, Ray  sudah menunjukkan tekadnya dan memang mampu melewati tes dengan baik.

“Bayangkan jumlah animo mencapai 500 lebih, dan yang mengikuti tes mencapai 350 orang hingga akhirnya yang diterima hanya 27 orang, terdiri dari 1 Akpol, 1 Tamtama dan 25 Bintara,“ jelasnya.

Tidak hanya Ray ada juga beberapa orang yang bila dilihat dari profesi orang tuanya sebagai petani dan sopir. Sebab,  proses rekrutmen polisi dilakukan secara terbuka dan profesional tanpa ada unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta semakin transparan dan profesional. Sehingga, siapa pun berhak menjadi anggota Polri sesuai standarisasinya.

”Kita juga ikut berbahagia, semoga saja semua yang mengikuti pendidikan kelak menjadi anggota yang profesional, baik dan bermanfaat bagi masyarakat,“ pungkasnya.

 

Red : Galih Andika

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News

Terbaru