BREAKING NEWS: Biden Presiden Baru Amerika, Singkirkan Trump

Lampusatu.com Kandidat Partai Demokrat Joe Biden akhirnya terpilih sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat setelah penghitungan suara yang butuh waktu lima hari empat malam dengan mengalahkan petahana Donald Trump, Sabtu (7/11/2020) pagi waktu setempat.

Kepastian ini didapat setelah Biden menang di negara bagian Pennsylvania sehingga secara total dia mendapat 273 suara elektoral dalam salah satu pemilihan paling bersejarah dan paling dramatis di Amerika.

Kemenangan Biden ditentukan oleh para pemilih yang memberikan suara sebelum hari-H baik melalui pos maupun datang langsung ke lokasi pemungutan suara.Tercatat antara 93 juta – 102 juta warga Amerika memberikan suara lebih dini, terbesar dalam sejarah politik Amerika Serikat. Pandemik Covid-19 mendorong peningkatan angka ini.Total suara masuk diperkirakan di atas 150 juta, sebuah rekor baru juga.

Meskipun masih ada sejumlah negara bagian yang belum menyelesaikan penghitungan suara, hasilnya tidak akan berpengaruh pada kemenangan Biden.

Baca juga  Malam Ini, Mahasiswa Merangsek ke Ruas Tol Depan Gedung DPR

Untuk terpilih menjadi presiden Amerika, seorang kandidat harus mendapatkan minimal 270 suara elektoral.

Mantan wakil presiden ini mulai menapak jalur kemenangan ketika secara mengejutkan dia menyalip perolehan suara Trump di Wisconsin dan Michigan. Di dua negara bagian itu, Biden untuk pertama kali mengungguli Trump setelah lebih dari 80 persen suara dihitung pada Kamis dini hari WIB.

Biden juga sementara ini masih unggul di Arizona, negara bagian yang sejak 1992 hanya berpihak kepada kandidat Partai Republik.

Penghitungan suara butuh waktu lama karena banyaknya suara masuk lewat pos dari hasil pemilihan dini — yaitu pemberian suara sebelum hari-H baik melalui pos maupun datang langsung ke tempat pemungutan suara yang disediakan masing-masing negara bagian.

Baca juga  Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas, Polres Subang Adakan Gowes Milenial Road Safety Festival

Sejak awal sudah terindikasi bahwa sebagian besar pemilih dini tersebut adalah para pendukung Partai Demokrat. Di beberapa negara bagian, penghitungan suara dini dilakukan belakangan, atau bahkan baru dimulai Rabu pagi, sehingga melonjaknya perolehan suara Biden di sana juga terjadi di saat-saat terakhir.

Perkembangan itu menciptakan situasi yang dramatis karena Trump sepanjang hari pemilihan jauh memimpin Biden di negara bagian yang diperebutkan seperti Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, dan Georgia. Trump terlihat akan memenangi pemilihan presiden secara telak sebelum situasi berubah di empat negara bagian itu.

Bahkan, Trump sudah mengklaim kemenangan pada Rabu dini hari dan meminta penghitungan suara dihentikan — ketika beberapa negara bagian baru memulai proses menghitung surat suara yang masuk via pos.

“Kami bersiap untuk perayaan besar. Kami memenangi semuanya,” kata Trump Rabu dini hari waktu setempat.

Baca juga  KPU Subang Gelar Rapat Koordinasi Simulasi Pendaftaraan Balonbup Tahun 2018

Beberapa jam sebelumnya, Biden tampaknya menyadari bahwa perolehan suara dia yang masuk via pos masih banyak yang belum dihitung hampir tengah malam, sehingga akhirnya dia berpidato menyerukan kepada rakyat Amerika untuk sabar menunggu sampai suara terakhir dihitung dan memperingatkan Trump untuk tidak buru-buru mengklaim kemenangan.

“Bukan saya atau Donald Trump yang berwenang mendeklarasikan pemenang, tetapi rakyat Amerika,” kata Biden di Delaware.

Selain jumlah suara, pemilihan presiden kali ini mencatat sejarah karena digelar dalam kondisi wabah penyakit menular Covid-19 dan Amerika adalah negara yang memiliki kasus infeksi dan korban jiwa terbesar di dunia.

Para pemilih yang hadir di TPS harus antre panjang dalam jarak aman dan memakai masker. Tercatat ada puluhan petugas pelaksana pemilu yang kemudian dinyatakan positif tertular Covid-19.

Sumber:CNN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini