Connect with us

Headline

Cegah Penyebaran Corona, Sebanyak 66 Objek Wisata di Subang Tutup Sementara Hingga 29 Maret

Published

on

Foto : Istimewa.

SUBANG,Lampusatu.com – Dampak pandemi virus corona atau Covid – 19, sejumlah objek wisata andalan di Kabupaten Subang  ditutup sementara.

Diantaranya, Sari Ater Hotel dan Resort, Sari Alam Hotel, Capolaga, Ciheuleut, Waterboom Kumpay, dan puluhan objek wisata lainnya.

Penutupan sementara dilakukan guna menghindari potensi penyebaran virus corona secara lebih masif.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Subang, Asep Setia Permana mengatakan ditutupnya 66 objek wisata di Subang berdasarkan surat edaran Bupati Subang, Pemprov Jabar, hingga keputusan Presiden Joko Widodo  yang meminta agar tempat-tempat hiburan dan destinasi wisata di Indonesia termasuk Jawa Barat ditutup sementara waktu.

Baca juga  Pastikan Pengamanan TPS, Danramil Kalijati Bonceng Kapolsek Menggunakan Sepeda Motor

Mengingat, kemungkinan persebaran kasus Covid-19 di tempat hiburan dan wisata sangat tinggi.

” Alhamdulillah para pemilik objek wisata di Subang banyak yang menerima legowo surat edaran Bupati untuk keselamatan dan keamanan untuk menutup sementara operasionalnya dari mulai hari ini sampai tanggal 29 Maret 2020 mendatang. Setelah itu kita lihat situasi dan kondisi
Karena sebelum resmi ditutup, memang mereka menyampaikan jumlah kunjungan menurun drastis dampak Corona ini,”ungkap Asep Setia Permana kepada Lampusatu.com, Kamis (19/3/2020).

Baca juga  Lebaran, Polisi Intensifkan Pengamanan Disejumlah Wisata di Majalengka

Ia berharap kondisi dampak corona di Indonesia membaik khususnya di Subang.

“Yang paling penting saat ini adalah keselamatan jiwa. Mudah-mudahan segera membaik situasi ini,”jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Subang Hj. Ratna Setiawan, mengakui bahwa dampak dari wabah virus Corona tersebut jumlah kunjungan ke hotel dan restoran di Subang menurun drastis.

Istimewa

Namun terkait adanya penutupan objek wisata kata dia, itu hanya berlaku bagi yang memiliki destinasi wisat tidaklah bagi hotel.

Baca juga  Mendikbud Sebut Reformasi Pendidikan Tidak Ada Artinya Tanpa Pergerakan Guru

“Jadi hotel-hotel tetap beroperasi seperti biasa. Namun tetap menjalankan SOP keselamatan dalam pencegahan virus Corona,”ujar Hj.Ratna.

Selain itu, dengan kondisi yang belum menentu ini pihaknya mengaku akan segera melayankan surat resmi ke Bupati Subang untuk point permohonan pengurangan pajak hotel dampak sepinya pengunjung dari virus Corona.

“Yang biasa pajak hotel itu 10 persen, kita memohon kepada pemerintah minimal bisa dikurangi setengahnya,”pungkasnya.

Galih Andika