Dampak Bencana Banjir dan Longsor di Subang Diperkirakan Kerugian Capai Rp.7,851 Miliar

85

SUBANG,Lampusatu.com – Dalam rangka percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, dilakukan rapat terbatas terkait pencanangan dampak bencana yang menjadi prioritas jangka pendek dan harus didukung oleh stakeholder.

Advertisement

Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi di ruang rapat Rumdin Wakil Bupati Jalan Tamansari 1 Subang, Jum’at (12/2/21).

Rapat tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala BP4D, Kadis Pertanian, Kadis Perikanan, Kadis Perumahan dan Kawassan Pemukiman, Kadis Pertanian dan dinas-dinas terkait lainnya.

Baca juga  Luar Biasa !  Ratusan ASN Pemkab Subang Sholat Dzuhur Berjamaah

Seperti diketahui, wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Subang ada 21 kecamatan dengan jumlah pengungsi sebanyak 38.683 orang korban jiwa 5 orang dan perkiraan total kerugian Rp.7,851 miliar.

Dalam rapat tersebut dibahas rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di bidang ekonomi perlu bantuan modal, pupuk, benih, pakan dan modal usaha bagi sawah terendam, kolam ikan terendam dan pasar pertokoan. Bidang infrastruktur mencakup kondisi jalan rusak 57 ruas jalan panjang 301,1 KM dan rumah terendam 21.574 unit yang membutuhkan perbaikan rumah penyediaan air bersih alat kebersihan.

Baca juga  Mulai Tanggal 24 April 2020, Akses Jalan dari  Bekasi ke Karawang Akan Ditutup Total

Sedangkan bidang sosial budaya yaitu perlunya bantuan perbaikan sekolah, tempat ibadah dan fasilitas kesehatan yang terendam. sedangkan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana longsor perlunya bantuan perbaikan rumah terdampak longsor 3 unit dan jalan rusak kurang lebih 25 meter.

Dalam rapat tersebut dijelaskan pula investigasi penyebab bencana yang diakibatkan oleh pendangkalan sungai, penyempitan aliran sungai, debit air tinggi, tanggul rusak dan kurangnya resapan air.

Baca juga  WHO Minta Presiden Jokowi Umumkan Darurat Nasional Corona

Selain itu , penanganan bencana rencana jangka panjang juga dibahas, yaitu melalui perbaikan tanggul jebol, perbaikan saluran air, percepatan pembangunan bendungan sadawarna dan Cipunagara, pembangunan dan perbaikan infrastruktur kebinamargaan, normalisasi situ, normalisasi air sungai, reboisasi kawasan resapan, pembuatan kolam retensi, Perda bangunan gedung dan penyediaan biopori di perkotaan.

 

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini