Connect with us

Headline

Di Tengah Pandemi Corona, Ribuan Buruh Pabrik Subang yang Masih Bekerja  Jadi Sorotan

Published

on

Foto : Ilustrasi.

SUBANG,Lampusatu.com – Ribuan buruh pabrik garmen di Kabupaten Subang hingga Sabtu (28/3/2020) masih tetap bekerja di tengah penyebaran ancaman virus Corona atau Covid-19. Hal ini menjadi sorotan berbagai pihak, terutama serikat buruh.

Salah satunya datang dari Ketua DPC KSPSI Kabupaten Subang Warlan. Ia menuntut kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Subang segera mengeluarkan surat edaran kepada pihak pengusaha pabrik untuk segera merumahkan karyawannya untuk sementara waktu sampa kondisi virus Corona aman.

“Jangan sampai menunggu korban berjatuhan dulu di pihak buruh pabrik sedangkan di dalam lokasi pabrik tersebut ada orang asingnya pula. Jangan lah melihat dari sisi untung rugi menyikapi persoalan pencegahan virus covid-19 ini. Kalau di-itung-itung rakyat kecil saja yang kena dampak,” tegasnya.

Warlan juga menyayangkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang yang dianggap kurang memahami arahan pemerintah. Dengan mengeluarkan pernyataan kontroversial yang memperbolehkan pabrik-pabrik bisa tetap melakukan aktifitasnya.

Baca juga  Bertemu Mentan, Ruhimat Tegaskan Subang Siap Pertahankan Lumbung Padi Nasional

Atas pernyataan itu Warlan menyebutkan bahwa buruh juga manusia. “Jangan dipandang sebelah mata. Jangan  sampai gara-gara alasan ekonomi, buruh dijadikan korban,” ujar Warlan dilansir dilaman reporter jabar.com

Kemudian dia meminta pabrik-pabrik yang berada di Subang harus diliburkan sementara dengan pihak pengusaha harus  membayar penuh gaji karyawan.

Warlan beralasan dengan aktifitas pabrik sangat beresiko pada penyebaran virus. Dia juga menyangsikan pengawasan dari pihak pabrik selama beraktifitas. “Siapa yang mengawasi agar tidak adanya penyebaran virus Covid-19 selama beraktifitas?”,”keluhnya.

Aspirasi dari serikat buruh itupun dijawab oleh  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, Dr. Maxi.

Alasan  sektor industri tetap beraktifitas. Dikatakan dr. Maxi bahwa pihak Dinas Kesehatan sebenarnya ingin sektor industri juga tutup. Tetapi dibiarkan tetap beraktifitas supaya dampak kelangkaan barang dan melonjaknya harga barang bisa dihindarkan.

Baca juga  Isi Bulan Ramadhan, Kapolres Subang Bagi-bagi Takjil, Helm Gratis, Hingga Bukber dengan Warga

“Orang kesehatan inginnya semua tidak mobile. Tapi kita kita juga berfikir bukan hanya sehat tetapi kalau pabrik sampai tutup kosenkuensinya akan kehilangan pekerjaan. Sektor-sektor produksi biarlah tetap berjalan supaya kita tidak terkena dampak kenaikan harga. Bayangkan kalau sekotor produksi tidak berproduksi, barang langka masyarakat juga yang susah,” tuturnya.

Kemudian kata dr. Maxi Gugus Tugas sudah berkoordinasi dengan semua perusahaan besar di Subang untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Seperti melakukan langkah disinspektan setiap hari, sesudah maupun sebelum pekerjaan dimulai.Menyediakan termo-scannermenyediakan sarana cuci tangan dan menyediakan handsanitizer.

Secara terpisah, Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kabupaten Bandung, Uben Yunara.

Menyayangkan masih banyaknya perusaan tekstil dan garment di Bandung yang masih menjalankan produksinya ditengah wabah Corona Covid-19.

Menurutnya, apakah para buruh pabrik tekstil dan garmen yang mencapai puluhan ribu orang itu harus tetap bekerja atau diliburkan sementara waktu, sampai saat ini belum ada keputusan atau kepastian. Baik dari pihak pemerintah atau para pengusaha.

Baca juga  Hari Ini Pangdivif Kostrad Resmikan Kolam Renang Sthira Yudha

“Yang jelas, kami pantau dan koordinasi dengan perwakilan buruh di sejumlah perusahaan tekstil dan garmen, para buruh masih tetap bekerja dan belum diliburkan dari tempat kerjanya,” katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran ancaman virus Corona tersebut, ujar Uben, harus ada perhatian dari sejumlah pihak. Di antaranya dari pihak perusahaan atau pengusaha maupun dari pemerintah pusat.

“Minimal ada rembukan yang dilakukan oleh perwakilan pengusaha/perusahaan dengan pemerintah dan perwakilan buruh. Untuk menentukan sikap dan langkah kedepan terkait penyebaran ancaman virus corona tersebut. Ini penting untuk dilakukan, jangan sampai menunggu ada korban. Ini harus segera dilakukan musyawarah untuk menyikapi perkembangan yang terjadi saat ini,” pungkasnya.

Galih Andika