Dilarang Berkerumun dan Balapan Liar di Jalur Wisata Ciater -Tangkuban Parahu, Nekat Ada Ancaman Pidana !

7

SUBANG,Lampusatu.com – Untuk mencegah penyebaran virus covid-19, Polisi bakal menindak tegas bagi siapapun yang berkerumun dan melakukan kegiatan balapan liar di jalur wisata ciater – tangkuban parahu. Hal ini juga menindaklanjuti adanya keluhan warga Ciater dan Lembang dengan adanya aksi balapan liar atau disebut Sunmori (Sunday Morning Ride) yang membahayakan jiwa pengendara jalan lainnya dan kerap kali terjadi memakan korban jiwa.

Baca juga  Cek Stok Hewan Kurban, Mentan Kunjungi Kelompok Peternak Sapi di Purwadadi

Berdasarkan selembaran yang diterima Lampusatu.com dari berbagai media sosial dari jajaran Satlantas Mapolres Subang, bagi siapapun yang melanggar berkerumun  dan nalapan liar /kebut-kebutan ada ancaman pidana menanti. Akan ditindak tegas !

Saat ditemui Lampusatu.com, Kasatlantas Polres Subang, AKP Endang Sujana menegaskan akan mengambil tindak tegas bagi para pengguna jalan yang sengaja melakukan balapan liar. Ia juga menjawab mengenai viralnya aksi anggotanya yang videonya viral di media sosial memukul pengguna jalan.

Baca juga  Cegah Penularan Corona, Polsek Purwadadi Bagikan 1.000 Masker ke Pengguna Jalan

“Pemukulan itu terpaksa dilakukan karena petugas tengah menertibkan aksi balap liar di jalur wisata di selatan Subang pada Minggu 3 Januari 2020,”ujarnya.

Sementara itu dilansir dilaman Beritasubang.com, Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto membubarkan aksi balap liar ‘Sunmori’ Sunday morning ride yang sering terjadi di jalur Tanjakan Emen hingga perbatasan Subang-Bandung karena berpotensi membahayakan pengemudi yang melintas.

Baca juga  Danramil Subang Ajak Ibu-ibu Persit Sosialisasikan Pengolahan Sampah Rumah Tangga
Banyak warga melaporkan aksi balap liar yang sering terjadi di jalan raya mulai dari Tugu PTP VIII Ciater, Tanjakan Emen, Tangkuban Perahu, Cikole Lembang, hingga Jalan Setia Budi di Bandung.

Berdasarkan keterangannya, ternyata banyak anak-anak remaja berkelompok mencapai 500 orang menggunakan kendaraan R2, berkapasitas mesin 150-500 cc, sering mengadakan aksi Sunmori.

 

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini