Hingga Bulan Juni 2020 Kasus HIV Aids di Kabupaten Subang Tembus 2.068 Orang

SUBANG,Lampusatu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Drs H. Aminudin, M.Si, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Akhir Tahun Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Subang Tahun 2020 di Ruang Rapat Dayangsumbi Sari Ater Subang, Kamis (19/11/2020).

Sekretaris 1 KPA, Dr. Encep sugiana dalam laporannya menyampaikan, rapat kordinasi ini dikuti oleh 40 anggota KPA yang berasal dari dinas instansi, termasuk dari polres Kodim Kejaksaan dan Dinas instansi vertikal

Dr. Encep mengatakan data per bulan Juni 2020 kasus HIV Aids di Kabupaten Subang mencapai 2068 orang. Ada peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan data bulan Juni 2019 yang hanya 1973 kasus.

Baca juga  Latihan Walet Terampil Gambarkan Simulasi Operasi Penanggulangan Bencana

“Kasus HIV Aids jadi salah satu penilaian kinerja pemerintah daerah. Dimana pemenuhan standar minimum diantaranya adalah terkendalikan kasus HIV Aids. KPA Subang sebagai koordinator HIV Aids mengajak semua anggota KPA untuk bersama sama bahu membahu jangan sampai kasus terus meningkat. Kalau mampu menekan mudah mudahan masa depan bangsa bisa lebih cerah,”ujarnya.

Ketua harian KPA Subang, Sekda Subang H.Aminudin dalam sambutannya menyampaikan keberadaan kelembagaan Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Subang, Sesuai dengan amanat Permendagri nomor 20 tahun 2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanggulangan HIV AIDS di daerah ditindaklanjuti dengan dibentuknya payung hukum berupa peraturan daerah nomor 5 tahun 2013 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Subang, dan SK PLT Bupati Subang nomor 443/556/kesra tentang pembentukan komisi penanggulangan Acquired immuno deficiency syndrome mengubah SK Bupati Subang nomor 443/2 02/tentang pembentukan komisi penanggulangan AIDS Kabupaten Subang tanggal 5 agustus 2009.

Baca juga  Kompol Ijang Safei Resmi Jabat Wakapolres Purwakarta

“KPA sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Subang merumuskan kebijakan upaya P2HIV serta mendorong seluruh perangkat daerah, lembaga, organisasi, komunitas, LSM dan masyarakat, untuk turut serta berperan aktif sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, dalam melakukan upaya promosi pencegahan penularan HIV secara komprehensif, mengurangi stigma,”pungkasnya.

Baca juga  JK Minta Tabloid Indonesia Barokah yang Diterima di Masjid Sebaiknya Dibakar

 

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini