Jimat – Akur Laporkan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ke Polres Subang

SUBANG,Lampusatu.com – Bentuk komitmen Bupati Subang, H.Ruhimat dan Wakilnya Agus Masykur Rosyadi soal rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang tanpa praktik jual beli atau nol rupiah bukan hanya isapan jempol belaka. Selasa siang (15/9/2020) sekitar pukul 13.20 Wib, Jimat – Akur sapaan akrab Bupati dan Wabup Subang resmi melaporkan ke Polres Subang dugaan praktik jual beli jabatan atas pelaksanaan promosi, mutasi dan promosi puluhan pejabat subang yang dilakukan pada 7 September 2020 lalu.

“Iya hari ini saya  resmi melaporkan dan untuk menyelidiki terkait yang pertama untuk kasus pencemaran nama baik saya, yang  mana banyak oknum yang mengatasnamakan yang menyangkut rotasi, mutasi,  promosi jabatan. Saya tegaskan hanya  ingin sebatas sesuai profesional dan profesionalitas,    ternyata masih banyak asap-asap yang tentunya membuat pencemaran nama baik, karena itu saya laporkan ke polres untuk mudah-mudahan segera ditangani dan diungkap, “ungkap Ruhimat didampingi pengacara kondang Johnson Panjaitan dan Pengacara Pemkab Subang Dede Sunarya dan sejumlah pengacara lainnya usai melakukan pelaporan setelah 1 jam lebih melakukan pelaporan.

Baca juga  Kodim 0605 Subang Gelar P4GN dan Tes Urine Bagi Anggota

Ditanya soal berapa banyak dugaan pelaku yang terlibat, ditegaskan ruhimat, ia belum mengetahui, namun sudah ada kode nama  dan inisial hingga nomer Whatshaap yang bisa dijadikan bahan oleh polres subang untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut soal ini.

“Ada Inisial W,  dia ya yang mengaku orang dekat bupati. Saya tidak kenal. Intinya saya tidak mau  soal rotasi, mutasi, dan promosi itu menggunakan uang alias zero,”ungkapnya.

Baca juga  Pandemi Covid-19, Warga Subang Jalani Malam Takbiran Tanpa Konvoi

Hasil konsultasi dengan Polres Subang, kata Bupati, kalau ada orang dekat yang terlibat dalam praktik jual beli ini harus ditindak.

“Ya mau ngapain, kita harus tindak, kita komitmen zero,”tegasnya.

Ditambahkan Johnson Panjaitan,”jadi selain kasus yang kalian (Wartawan) ketahui  secara resmi apa yang sudah terjadi,  Pak Bupati akan memimpin langsung konsolidasi seluruh aparat penegak hukum yang ada di subang. Agar subang bersih, dan bersiap membawa beban sejarah untuk memperbesar daerah ini dan ini masyarakat subang,”ujar pengacara kondang ini.

Ia pun menegaskan, laporan yang dilakukan kliennya memiliki bukti-bukti yang sangat kuat. Dan polisi sekarang memiliki cybernya kuat, hal tersebut erat kaitannya dengan yang bermain-main di media sosial hingga soal perbankan.

Baca juga  Pudarnya Nilai-nilai Gotong Royong di Masyarakat

“Pak Bupati kan setelah mengkonsolidasikan soal zero rupiah dia juga mengggunakan hukum, bukan politik, bukan juga gosip, cerita-cerita . Terkait itu tadi orang lain atau menyangkut internal biarkan hukum yang bekerja. Objek hukum tentunya salah satunya IT sebagai jalan masuk, apalagi jika jaringan ini terbongkar dan uangnya ada tentu akan akan berkembang,”pungkasnya.

Sebelumnya,saat ditemui awak media , Wabup Subang, Agus Masykur Rosyadi saat keluar dari ruang Kapolres Subang enggan menjelaskan ihwal pelaporannya dan memberikan kepercayaan sepenuhnya ke pengacara untuk menjelaskan.

 

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini