Connect with us

Headline

Kepala BPKD Subang “Blak-blakan”Soal Adanya Defisit APBD Pemkab Subang Tahun 2018

Published

on

Foto : Kepala Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang, H. Syawal

SUBANG,Lampusatu.com,- Beberapa hari ini pasca hasil rapat pleno DPRD Subang mengenai penyampaian adanya defisit anggaran APBD tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Subang yang mencapai Rp.249 Milyar telah menjadi trending topik di media sosial.

Hampir disemua beranda facebook hingga grup Whatsapp berita “Defisit anggaran” ini menjadi bahan diskusi dan perbincangan hingga muncul pertanyaan-pertanyaan sebab akibat.

Tak tinggal diam, Kepala Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang, H. Syawal  langsung menanggapi persoalan adanya defisit anggaran sebesar Rp249 milyar pada APBD tahun 2018, dianggap terlalu dini.

Karena menurut Syawal, likuiditas keuangan saat ini setelah disahkannya APBD Perubahan Tahun 2018, masih ada sebesar Rp215 milyar yang disimpan di kas daerah .

“Jadi terlalu dini, jika ada orang yang menyatakan bahwa APBD kita ini defisit, apalagi ada yang bilang mau bangkrut, itu tidak ada, nyatanya pada saat disahkannya APBD Perubahan 2018, keuangan Kita masih di posisi Rp215 milyar, artinya dengan likuiditas keuangan yang ada anggaran kita aman,” kata H. Syawal dilansir dari Rri.co.id.

Syawal juga memaparkan, ketika asumsi Silpa APBD tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp249 milyar, sedangkan relaisasi silpa dari APBD tahun 2017 lalu setelah diaudit oleh BPK, ada sekitar Rp103 milyar, sehingga Pemkab Subang harus menutup minus anggaran itu sebesar Rp146 milyar, itu bisa tertutupi setelah beberapa upaya yang akan dilakukan oleh Pemkab Subang, dan momentumnya di APBD Perubahan 2018 ini.

“Perlu ada penjelasan bahwa defisit Rp249 milyar itu baru asumsi, dan sudah tertutupi sebagiannya dari silpa APBD tahun 2017 lalu, dan minusnya sebesar Rp146 milyar yang harus Kita bayar di APBD Perubahan 2018 ini, baru ketahuan kita itu defisit, ketika pertanggal 31 Desember 2018 nanti, Kita tidak bisa menutupi minus anggaran yang sebesar Rp146 milyar itu, baru bisa dikatakan bahwa Pemkab Subang itu mengalami defisit anggaran,” tegasnya.

Untuk menutupi minus anggaran Rp146 milyar itu, pihaknya memiliki beberapa upaya, yang pertama dengan mengurangi belanja daerah, atau merasionalisasikan anggaran, kedua meningkatkan pendapatan dari berbagai sektor pendapatan daerah, dan yang ketiga utang.

Tetapi kata Syawal, untuk utang itu tidak mungkin dilakukan, karena prosesnya panjang, dan harus mendapat persetujuan DPRD.

“Untuk menutupi minus anggaran Rp146 milyar itu, Kita tidak mungkin, karena prosesnya sangat rumit, namun untuk rasionalisasi anggaran dan meningkatankan pendapatan, sangat memungkinkan untuk Kita lakukan, guna menutupi minus Rp146 milyar yang dianggap defisit itu,” pungkasnya.

 

 

Red : Galih Andika

Sumber : RRI.co.id

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *