Connect with us

Headline

Impian Salim dan Istrinya Miliki Rumah Layak Huni Diwujudkan Melalui Program TMMD

Published

on

Foto : Saat Salim (40), warga Kampung Margahayu Rt/Rw 15/08 , Desa Cijambe , Kecamatan Cijambe, berfoto bersama Satgas TMMD dan Bhaninkamtibmas Cijambe di Depan rumahnya yang baru selesai direnovasi.

SUBANG,Lampusatu.com,– Siang ini terik matahari begitu menyengat, namun hal itu tak lantas membuat lelaki berusia 40 tahunan itu menyurutkan semangatnya untuk membersihkan setiap sudut  rumahnya yang baru saja usai di kerjakan oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0605/Subang.

Tak mengenakan baju, lelaki tua bernama Salim (40), warga Kampung Margahayu Rt/Rw 15/08 , Desa Cijambe , Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, itu ditemani  sang istrinya Euis (37) nampak wajahnya bersinar bahagia, sesekali memperhatikan atap-atap langit rumahnya yang kini sudah tampak rapih dan sedap dipandang.

Berbeda dengan kondisi sebelumnya sangatlah memprihatinkan,  dimana rumah Salim, atap-atap langitnya sudah hilang dan hanya terlihat genteng bahkan ketika hujan turun  Ia bersama istrinya harus bersusah payah menggunakan ember sampai tampan untuk dijadikan talang mewadahi air hujan dibeberapa ruangan kamarnya.

Salim merupakan salah satu warga di Kampung Margahayu yang beruntung telah mendapatkan bantuan renovasi rumah program TMMD ke – 102 Tahun 2018 ini.

Berkat program TMMD tersebut, akhirnya impian Salim dan Istrinya yang puluhan tahun lalu ingin memiliki  rumah layak hunipun dapat terwujud.

Bapak dari tiga anak ini, hanyalah seorang petani. Ia mengaku tak bermimpi sedikitpun jika dirinya adalah satu dari 5 warga di Desa Cijambe yang mendapatkan bantuan renovasi rutilahu.

“Pertamanya saya dan istri bahkan anak-anak tidak percaya dapat informasi dapat program renovasi dari bapak Rt Kampung Margahayu ini, tapi setelah Babinsa Cijambe dari Satgas TMMD Kodim 0605 Subang Pelda Nono Suparno datang ke rumah baru benar – benar percaya  dan bahagianya luar biasa. Teu ngimpi-ngimpi acan (Tidak bermimpi) rumah direnovasi. ,” kata Salim sambil berkaca-kaca.

Ia menyadari penghasilannya sebagai seorang petani biasa dan seorang istri hanya ibu rumah tangga dengan menghidupi tiga anaknya , rasa-rasanya cukup sulit untuk bisa menyisihkan uang untuk merenovasi ukuran rumah dari 5 kali 10 meter tersebut.

Ketiga anaknya tersebut bernama Usar (25) saat ini sudah menikah, sedangkan  Cici (20) masuk di bangku sekolah SMKN 1 Cijambe dan si bungsu Abdul Ajib (10) duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Saya beribu- ribu berterimakasih sekali, “Nuhun pisan” kepada Bapak-bapak TNI , karena bantuannya melalui program TMMD saya bisa miliki rumah layak huni ini saat ini,”kata Salim sambil tersungkur sujud syukur di depan rumahnya yang sudah tampil cantik setelah dilakukan pengecatan.

Impian 7 Sesepuh Desa Cijambe Terlaksana

Salim pun mengapresasi kepada jajaran TNI yang telah membangun akses jalan penghubung dua Desa di Kecamatan Cijambe, Desa Cijambe dan Desa Cirangkong. Ia bersama istrinya Euis (37) mengaku sujud syukur dibangunnya jalan tersebut, sebab selain membawa kabar bagi masyarakat tetapi juga terwujudnya impian para sesepuh atau nenek moyang di Desa Cijambe khususnya kampung Margahayu sejak tahun 1980 an lalu.

Sedikitnya ada  7 orang yang paling berjasa kepada Desa Cijambe untuk membuka pertamakalinya  akses jalan penghubung dua desa paling pojok di Kecamatan Cijambe tersebut. Diantaranya, Ki Rahya , Udin, Amita, Tarwan, Kasdi, Ija, Karsa. Semuanya kini telah meninggal dunia, namun jasanya telah terkenang luar biasa bagi warga masyarakat yang tinggal di kampung kecil dengan hanya memiliki 40 Kepala Keluarga (KK) saat ini.

Saat  Satgas TMMD kebut pengerjaan pengerasan akses jalan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Cijambe, yakni Desa Cijambe dan Cirangkong.

Salim bercerita, Rukun Tetangga (Rt) pertama di kampung margahayu adalah ayah dari  istrinya sendiri Euis (37), dimana menjabat selama 20 tahun saat itu sejak tahun 1980 an. Terkait jalan menuju kampung margahayu dan ke kota Subang hanyalah jalan setapak. Itupun berkat perjuangan sang kakek Rahya bersama rekan-rekannya yang gigih membuka akses jalan yang memprihatinkan dengan peralatan ala kadarnya saat itu. Kondisi kampung margahayu yang dahulu dengan saat ini tentunya sangatlah jauh berbeda, dahulu kata Salim, dengan jalan setapak itu warga kampung margahayu harus bersusah payah. Misalnya, bila ada yang mau melahirkan itu harus digotong menggunakan kursi bak sebuah “Jenderal Sudirman” ataupun menggunakan sebuah sarung yang diikat kuat menggunakan bambu dengan digotong 5 sampai 7 orang sampai ke mantri atau terkenal dulu  paraji dengan jarak tempuh sampai 6 sampai dengan 7 kilometer.

“Hari ini kita bisa lihat, jalan penghubung dua desa di Kecamatan Cijambe, Margahayu dan Cirangkong sudah bagus. Semuanya bisa dinikmati oleh masyarakat. Ini juga sebuah impian para nenek moyang kita di margahayu. Kalau saja mereka masih hidup pasti mereka senang sekali,” ungkap Salim dengan semangatnya.

Saat ini jalan sepanjang 3,5 Kilometer tersebut sudah selesai dikerjakan lebih awal dari waktu yang telah ditargetkan , yaitu pada tanggal 8 Agustus 2018 mendatang. Yang tadinya jalan itu setapak, kemudian berkembang hanya bisa dilalui kendaraan bermotor,   saat ini bisa dilalui kendaraan mobil.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0605/ Subang Letkol Inf Fikri Ferdian sendiri mengungkapkan, bahwa dibukanya akses jalan penghubung dua desa tersebut tidak hanya bisa dijadikan jalan alternatif, melainkan juga membuka obyek wisata baru di Desa Cirangkong, yaitu berupa Agroindustri buah naga yang kini sedang dikembangkan oleh yayasan dhompet dhuafa.

“Akses jalan yang dibangun dalam program TMMD ini, untuk menghubungkan dua desa bisa membuka objek wisata baru. Sehingga dampaknya nanti bisa meningkatkan perekonomian warga masyarakat setempat. Tak kalah penting, saya juga meminta kepada warga masyarakat untuk bersama- sama menjaga akses jalan baru tersebut agar tidak cepat rusak  dan bisa dinikmati dengan waktu yang lama,”kata Dandim

Sedangkan Bupati Subang H.Ating Rusnatim menuturkan, bahwa nilai utama yang dibangun dalam penyelenggaraan TMMD adalah kemanunggalan komponen TNI dan aparat pemerintah di semua tingkatan dengan segenap lapisan masyarakat, sehingga penetapan program pembangunan benar-benar sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat. Dan ating berharap, momentum kegiatan TMMD 102 ini juga harus dijadikan peluang dan dimanfaatkan dengan baik dan sungguh-sungguh demi kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi Sinergisitas TNI dan Polri dalam TMMD ke 102

Salim sendiri sangatlah mengapresiasi sinergisitas TNI dan Polri selama pelaksanaan program TMMD ke-102 ini. Keduanya bak dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Bahkan bisa dikatakan seperti prangko.

Sebut saja anggota Babinsa Cijambe Pelda Nono Suparno dan anggota Bhabinkamtibmas Cijambe Aiptu Atin Sumantri. Keduanya nampak selalu humanis didepan semua warga binaannya, selain Pelda Nono Suparno bekerja menjadi bagian Satgas TMMD namun dia juga setiap harinya menyempatkan berkeliling ke semua teritorial pembangunan fisik TMMD di wilayahnya didampingi oleh Aiptu Atin Sumantri.

 

Anggota Babinsa Cijambe Pelda Nono Suparno saat membonceng anggota Bhabinkamtibmas Cijambe Aiptu Atin Sumantri mengecek pengerjaan semua pembangunan fisik TMMD.

Dari semua pengerjaan pembangunan fisik yang dikerjakan dalam TMMD ini, diakui sangatlah terasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, seperti salah satunya pembuatan 4 pos kamling terbagi di dua desa .

“Dibangunnya pos kamling baru tersebut nilainya “Ngadidik sareng gumajak ka masyarakat” menjaga lingkungannya masing-masing,”kata Salim didampingi sang istrinya Euis (37).

Ia sendiri sebagai warga kampung margahayu merasakan aman dan nyaman, alias tidak takut dengan segala gangguan apapun dikampungnya tersebut.

Mengakhiri ceritanya, salim berharap, kebersamaan TNI dan Polri itu akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. Dirinya pun mengaku bangga memiliki dua intitusi di Negara Indonesia ini. Sementara dalam program TMMD ini, ia juga menginginkan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Seperti diketahui, program TMMD ke 102 ini yang bertemakan “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” telah diikuti  juga oleh puluhan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) ,  mereka sedikit banyaknya ikut membantu Satgas TMMD disela-sela waktu luangnya. Sementara 150 personil Satgas TMMD diterjunkan yang terdiri dari TNI AD dan AU.

Adapun  pembangunan berupa fisik dan non fisik dalam program TMMD ini. Untuk pembangunan fisik berupa pembangunan Jalan desa, merehab 10 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik masyarakat , merehab 4 unit Mushola, dan membangun 4 unit Pos Kamling. Sedangkan pembangunan non fisik, berupa penyuluhan keagamaan, pendidikan dan kesehatan,  penyuluhan tentang hukum, sosialisasi anti narkoba, wasapada anacaman radikalisme dan terorisme, serta pembekalan Bela Negara dan Nilai-nilai luhur Pancasila kepada warga di wilayah Kecamatan Cijambe, Subang.

 

 

Red : Galih Andika

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *