Kecelakaan di Sumedang Disebut Karena Rem Blong, Polisi Beri Penjelasan

252

Lampusatu.com  – Kecelakaan maut menimpa bus Pariwisata Padma Kencana yang membawa sejumlah pelajar SMP IT Al Muawanah, Cisalak, Subang. Kecelakaan terjadi ketika para pelajar tengah berada dalam perjalanan pulang ke Subang usai melakukan ziarah.

Kecelakaan maut terjadi di Tanjakan Cae Kawung Luwuk di Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu malam, 10 Maret 2021.

Atas kecelakaan maut tersebut, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menyebutkan bahwa sejauh ini korban meninggal yang teridentifikasi berjumlah 27 jiwa, sementara 39 orang selamat dalam keadaan luka.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengungkapkan bahwa hingga saat ini, bus bernomor polisi T 7591 TB masih dalam proses pengangkatan dari jurang.

Baca juga  Pandemi Covid-19, Ketua DPD Golkar Subang Ingatkan Dinkes Subang : Jangan Ada Main-main

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News pada Kamis, 11 Maret 2021, Tim kepolisian bersama tim evakuasi belum bisa memastikan penyebab kecelakaan tunggal yang dialami bus Pariwisata Padma Kencana.

Namun, menurut kesaksian dari salah satu korban yang selamat, beberapa detik sebelum masuk jurang, bus sempat mengalami multifungsi pada alias blong, tetapi pihak kepolisian belum mengetahui penyebab blong nya rem dan masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Sejauh ini, kami masih dalam proses penyelidikan, ya,” kata AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri menjelaskan bahwa jalur alternatif Garut-Sumedang melalui Wado yang menjadi lokasi kecelakaan maut bukan diperuntukan bagi kendaraan besar seperti bus.

Baca juga  Semangat Relawan PMI Subang Ikut Berjaga di Pos Check Point PSBB

“Jalan ini memang tidak untuk bus besar seperti ini,” kata Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Ia menjelaskan bahwa jalur tersebut sempat ramai digunakan ketika Jalur Lingkar Nagreg masih belum selesai dibangun beberapa tahun silam.

Sedianya, jalur tersebut menjadi jalur alternatif yang menghubungkan antara jalur selatan menuju jalur utara dari wilayah Priangan Timur Jawa Barat maupun sebaliknya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri menduga sopir bus pariwisata tidak memahami jalur yang akan dilewatinya. Mengingat, jarangnya bus reguler yang menggunakan jalur alternatif tersebut.

Baca juga  Pemkab Subang Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Sepuluh Titik Jalan Pusat Kota

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR bersama kepolisian dan yang lainnya telah mengevakuasi seluruh korban dari bus tersebut.

Bahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat (Jabar) mengungkap sejumlah fakta di balik peristiwa kecelakaan maut tersebut.

Kepala Dishub Jabar Hery Antasari mengungkapkan bahwa guardrail tidak kuat menahan laju bus hingga peristiwa bus naas tersebut terjun ke jurang dengan kedalaman antara 20 hingga 25 meter.

menurutnya, pihaknya membuka opsi terkait teknis penanganan Tanjakan Cae yang diketahui rawan kecelakaan. Pihaknya akan mengajukan pembangunan jalur penyelamat di Tanjakan Cae.

Sumber : pikiranrakyat.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini