Lahan Pemakaman untuk Kasus Kematian Covid-19 Dijadikan TPU, Ini Kata Bupati Subang !

79

SUBANG,Lampusatu.com – Selain Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yakni Panembong, Kab upaten Subang juga darurat lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) terutama di pusat kota Subang yang kini sudah hampir semua over kapasitas.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang mencari solusi dengan menetapkan lokasi TPU baru dilahan seluas 5 hektar milik eks PTPN VIII di Kelurahan Wanareja, Kecamatan Subang. TPU  disebut bakal menampung sedikitnya empat kelurahan di pusat Kota Subang, meliputi Wanareja, Pasirkareumbi, Karanganyar, dan Cigadung.

“Tadinya kan lahan pemakaman itu untuk kasus kematian Covid-19 pada tahun lalu. Tapi seiring berjalannya waktu kasus kematian akibat covid-19 itu Alhamdulillah tidak banyak, akhirnya kita (Pemkab Subang) berpikir kalau lahan itu bisa digunakan untuk TPU baru karena kondisi TPU di pusat kota lahannya sudah menyempit. Nanti itu TPU khususnya bagi warga yang berada di Pusat kota Subang,”ungkap Bupati Subang, H.Ruhimat kepada awak media beberapa hari lalu.

Baca juga  Purwakarta Miliki Heliped TNI AU di Pos Cikopo Lanud Suryadarma

Secara terpisah, dilansir dilaman Pasundanekspres.co, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, Rona Mairansyah. Dia mengungkapkan, saat ini Subang mengalami kekurangan lahan pemakaman. Mengingat, mayoritas lahan makam kondisinya sudah kian menyempit akibat makin banyaknya kuburan.

“Bertambahnya jumlah kuburan kurang diimbangi dengan perluasan atau pengadaan lahan baru pemakaman, sehingga makam-makam yang ada makin menyempit dan dikhawatirkan ke depan sulit menampung penguburan orang-orang yang meninggal,” ujarnya.

Baca juga  Bupati Subang : TMMD ke-108 Manfaatnya Sangat Dirasakan oleh Masyarakat

Rona menyebut, komplek-komplek pemakaman di pusat perkotaan Subang termasuk yang kondisi lahannya kian sempit. Karena itu, pihaknya sudah memanggil seluruh lurah di kawasan Subang Kota dan memerintahkan mereka untuk mengecek kapasitas lahan pemakaman.

“Lahan makam yang kian menyempit enggak cuma di pusat kota saja, tapi juga di daerah-daerah Subang lainnya,” ucapnya.

Baca juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Subang Terbitkan Surat Edaran yang Harus Diperhatikan Masyarakat !

Dia menegaskan, ketersediaan dan kecukupan lahan pemakaman merupakan hal yang juga sangat penting.

“Lahan pemakaman itu sangat penting. Kita jangan melulu memikirkan soal hidup saja. Kalau suatu saat mati, sementara lahan makam enggak cukup tersedia, lantas mau dikubur dimana,” tegas Rona.

Mengatasi persoalan lahan pemakaman ini, pihaknya sudah mengusulkan Perda tentang Pemakaman Umum sebagai payung hukum dalam penataan pemakaman. Dalam perda tersebut, kata dia, diatur soal penataan batas-batas makam, pengadaan lahan baru pemakaman, pengelolaan makam termasuk juru kunci makam.

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini