Connect with us

Headline

LIPI Kembangkan 12 Jenis Bibit Ubi Kayu Unggul di Subang

Published

on

Foto : Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof DR.Enny Sudarmonowati saat gelar panen dan demplot pengujian bibit bersama Bupati Subang di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, Kamis (8/11/2018).

SUBANG,Lampusatu.com,- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian  Bioteknologi memiliki koleksi sebanyak 12  bibit singkong  unggul yang telah diujicoba di tiga desa di Kabupaten Subang yakni, Palasari, Cijengkol, dan Sagala Herang sejak awal tahun 2018. Diantaranya jenis menti, manggu, iding, Kristal merah,mentega 2, roti,adira4 RD, Iding RD, Revita RV 1,dan Carvita 25.

Hal tersebut diinisiasi LIPI untuk  pemanfataan hasil riset untuk meningkatkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal. Sehingga ketersediaan bibit unggul dan teknologi pengolahan pasca panen khususnya untuk produk pangan sangat dapat mendukung pengembangan potensi nilai ekonomi singkong.

“Adanya kerjasama LIPI dengan Pemerintah Kabupaten Subang dalam pengembangan 12  bibit unggul ubi kayu ini semoga bisa berkelanjutan. Karena singkong merupakan salah yang sangat potensial dalam mengatasi masalah pangan nasional, karena dapat dikonsumsi langsung maupun untuk bahan baku industri,” jelas Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof DR.Enny Sudarmonowati dalam sambutannya usai secara simbolis menggelar panen dan demplot pengujian bibit bersama Bupati Subang  di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, Kamis (8/11/2018).

Dijelaskannya, singkong yang unggul juga dapat digunakan sebagai penambah nutrisi vitamin A, karena mengandung beta karoten serta mempunyai kadar gula rendah. Bahkan dapat mengatasi masalah kekurangan gizi seperti stunting atau kekerdilan dan aman untuk penderita dikonsumsi penderita diabetes.

Selain itu singkong mempunyai nilai ekonomi tinggi jika diolah menjadi mocaf atau modified cassava flour.

Mocaf dapat digunakan untuk  berbagai produk olahan pangan  dibanding tepung ubi kayu biasa dan dapat disimpan dalam waktu lama sebagai cadangan bahan pangan. Dimana saat ini telah dijalankan oleh UKM Sari Kumetap dan Yayasan Miftahul Bariyah Tanjungsian,”ujarnya.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa penelitian LIPI tidak hanya berhenti di laboratorium, namun dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menggiatkan ekonomi berbasis potensi local,”timpalnya.

Sementara itu Plt Bupati Subang H.Ating Rusnatim sangat senang adanya kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Subang bersama LIPI untuk penelitan dan  pengembangan komoditas ubi kayu di Kabupaten Subang. Hal ini dapat membuat gairah bagi petani, sebab bibit unggul singkong koleksi hasil seleksi dan hasil perakitan LIPI berproduksi tinggi dan banyak keunggulan lainnya, termasuk cara pengolahannya cukup mudah.

“Kita tentunya menyambut baik kerjasama ini, antara Pemkab Subang dan LIPI, untuk memfokuskan pengembangan termasuk pengolahan pasca panen. Mari bersama-sama melakukan pengembangan ekononi pedesaaan salah satunya ikut mensosialisasikan produk unggulan ini, mulai dari dinas terkait hingga kecamatan. Salah satu yang siap menampung produk olahan ini adalah Obyek wisata sariater yang,”pungkasnya.

 

 

Red : Galih Andika

Hot News

Terbaru