Minta Jatah, Oknum Satpol PP Subang Tusuk Seorang Pengamen 

88

SUBANG,Lampusatu.com – Entah apa yang merasuki oknum Satpol PP Subang yang nekat melakukan penusukan kepada salah seorang pengamen angklung yang biasa mangkal di Pos Polisi perempatan Shinta Jln.Otista Subang, Selasa (2/2/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampusatu.com, seorang pengamen tersebut bernama Udung, kini korban dilarikan ke RS PTPN Subang karena mengalami luka cukup serius dibagian perut.

“Korban merupakan teman dan orang tua kami bapak Udung, saat ini sedang dirawat,” kata rekan korban Ilham (21) dilansir dilaman Mediajabar.com.

Baca juga  Kunker ke Kantor PMI, Bupati Subang Pastikan Stok Darah Aman

Dia menceritakan bahwa saat mengamen di sekitar lampu merah Shinta yang berada di Jl. Otto Iskandardinata tiba-tiba didatangi anggota Satpol PP.

“Mereka (oknum Satpol PP) minta uang, kita kasih Rp 20 ribu, namun kita kasih Rp 10 ribu. Mereka tidak terima,” katanya.

Saat itu Udung mencoba merekam aksi yang dilakukan oleh oknum Satpol PP tersebut. Namun mereka dimarahi dan ponsel mereka disita.

Baca juga  Listyo Sigit Prabowo Ditunjuk Jadi Kapolri

Kemudian korban Udung melakukan perlawanan, hingga akhirnya terjadi penusukan. “Tiba-tiba ditusuk, saya dan saya sempat menghindar, namun pak Udung kena,” katanya.

Ilham sempat melaporkan kejadian ini kepada pihak Satpol PP dengan datang ke kantornya. Namun dia malah menjadi korban pemukulan.

“Saya malah di keroyok saat datang ke kantor Satpol PP,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP Subang, Dikdik saat dihubungi wartawan mengatakan sudah mendapat informasi dari pihak kepolisian terkait adanya laporan aksi penusukan tersebut.

Baca juga  Kapolres Subang Safari Ramadhan Di Ponpes Darusalam

“Sudah ada informasi, namun itu diluar pantauan kami. Kita ikuti proses hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Hingga larut petang, pantauan Lampusatu.com, Kantor Satpol PP Subang yang berada di Jln.Aria Wangsa Goparana digeruduk sejumlah pengamen yang merupakan rekan korban penusukan dan Ormas yang diketahui mencari pelaku dan meminta pertanggungjawaban.

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini