Naik Mobil Komando Aksi Buruh, Bupati Subang Kembali Nyatakan Dukungannya Tolak Omnibus Law

SUBANG,Lampusatu.com – Hingga petang dan bersamaan diguyurnya hujan deras, namun tak menyurutkan semangat ribuan buruh Subang yang tergabung dalam  Aliansi Buruh Subang (ABS) untuk menyampaikan aspirasinya menolak Undang undang Cipta kerja atau Omnibus Law dengan mengepung Kantor DPRD Subang, Kamis (22/10/2020).

Aksi ribuan buruh Subang inipun mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian dan TNI bersama Satpol PP Subang.

Dalam orasinya, Ribuan buruh pun meminta kepada wakil rakyat (DPRD Subang) untuk mendukung perjuangan buruh untuk menyampaikan penolakan penandatanganan UU Cipta kerja oleh Presiden Jokowi.

Baca juga  Tanggapi Isu Orang Gila Serang Ulama, Ini Kata Kapolres Subang
Istimewa

“Sebagai perwakilan kami, kami minta DPRD menyampaikan petisi penolakan UU itu ditandatangani Presiden,” ungkap Warlan Ketua SPSI Subang dilansir dilaman Tintahijau.com.

Selain itu, mereka (Buruh) juga mempertanyakan soal dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang
untuk menolak UU Cipta kerja sesuai janji Bupati dan Wakil Bupati Subang tempo hari melalui surat penolakan yang akan dilayangkannya ke Presiden.

Baca juga  Pandemi Covid-19, Mentan Ajak Petani Subang Manfaatkan KUR dan Maksimalkan Alsintan

Tak lama kemudian Bupati Subang, H.Ruhimat pun menemui ribuan buruh Subang didampingi Plt Kadisnakertrans Subang, Asep Nuroni, Kepala Kesbangpol Subang Udin Jazudin dan Kasatpol PP Subang, Dikdik Herdiana.

Ia langsung menaiki mobil komando dan menyampaikan kembali dukungannya kepada perjuangan buruh Subang untuk menolak undang-undang cipta kerja dengan bukti memperlihatkan
surat “Sakti” yakni berupa bukti terima pengiriman surat dukungan penolakan UU Cipta Kerja ke Presiden dan DPR RI.

Baca juga  Presiden Jokowi: Semoga Pandemi Berlalu Agar Dapat Melepas Rindu

Kang Jimat sapaan akrab
Bupati Subang berharap agar surat dukungan penolakan yang dikirim ke Presiden dan DPR RI dapat membantu kaum buruh dan membuat Pemerintah dan DPR RI meninjau ulang UU Cipta Kerja yang telah disahkannya.

Sampai massa buruh membubarkan diri, tak ada satupun anggota DPRD Subang yang menemui perwakilan buruh. (Adv).

 

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini