Naskah Final UU Cipta Kerja: Ada Perubahan Aturan soal Pesangon PHK

JAKARTA,Lampusatu.com –  Finalisasi naskah omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker) telah rampung dan tebalnya kini menjadi 1.035 halaman. Ada perubahan kata dalam pasal yang mengatur soal pesangon PHK.

Sebagaimana diketahui, UU Cipta Kerja disahkan oleh DPR dalam rapat paripurna pada Senin (5/10/2020). detikcom mendapatkan draf RUU Cipta kerja beberapa jam sebelum pengesahan. Draf tersebut memiliki tebal 905 halaman.

Kini, draf terbaru UU yang hendak dikirimkan ke Presiden Joko Widodo tebalnya menjadi 1.035 halaman. Secara umum, isi draf ini masih sama. Namun, ada sedikit perubahan, misalnya dalam bagian Ketenagakerjaan yang membahas soal pesangon PHK.

Pasal 156 ayat (2) draf lama berbunyi begini:

Baca juga  Kunker ke Subang, Wakil Menag RI Tinjau Lahan Hibah untuk Pembangunan MAN Insan Cendekia

2) Uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan paling banyak sesuai ketentuan sebagai berikut:
a. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;
b. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah;
c. masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
d. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah;
e. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah;
f. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah;
g. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
h. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
i. masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

Baca juga  Popda Subang 2019 Resmi Dibuka, Ratusan Atlet Subang Berebut 394 Medali
Baca juga  Bupati Sumedang Sebut New Normal Jangan Sampai Jadi Abnormal

Sedangkan dalam draf UU Cipta Kerja terbaru, kata ‘paling banyak’ dihilangkan. Begini bunyinya:

(2) Uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;
b. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah;
c. masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
d. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah;
e. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah;
f. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah;
g. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;
h. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
i. masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

Baca juga  Hadiri Bukber Lak Galuh Pakuan, Ini yang Disampaikan Acil Bimbo
Baca juga  Hadiri Bukber Lak Galuh Pakuan, Ini yang Disampaikan Acil Bimbo

Sumber : detik.com

Populer

Berita terbaru

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini