Persiapan PSBB, Karawang Siap Gelontorkan 100 Ton Beras untuk Warga

KARAWANG,Lampusatu.com – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, bakal menggelontorkan 100 ton beras cadangan pemerintah (CBP) untuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di wilayahnya.

Seperti diketahui PSBB Jawa Barat disetujui untuk dilaksanakan pekan depan.

“Kami memiliki CBP sebanyak 100 ton. Beras ini akan kami gunakan untuk persiapan PSBB,” ungkap Cellica, di sela-sela peninjauan sejumlah gudang milik Bulog Subdivre Karawang bersama Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkominda), Sabtu 2 Mei 2020.

 

Menurutnya, dalam pelaksanaan PSBB nanti, sejumlah warga akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemkab Karawang, juga dari Dana Desa.

Baca juga  WSI Kembali Hibur Warga Subang dengan Pentas Lumba- lumba

Saat ini Pemkab Karawang tengah mengumpulkan data masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

“Datanya nanti akan kami rilis, jumlahnya berapa yang dapat bantuan pusat, gubernur, kabupaten, dan dana desa. Bansos dari presiden masih digulirkan setiap bulan. Bantuan dari Kemenasos juga dari stakeholder terus kami komunikasikan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan PSBB nanti, lanjut Cellica, dirinya meminta peran aktif masyarakat desa untuk membuat dapur umum. Keberadaan dapur-dapur umum itu diprioritaskan bagi warga yang belum mendapatkan bantuan dari manapun.

Baca juga  Kabar Baik, Penundaan Bayar Pajak Kendaraan Sudah Berlaku Hingga 29 Mei 2020 di Banten dan Jabar  

“Kami sebelumnya telah mengumpulkan pihak perusahaan. Kami imbau mereka memberikan bantuan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah, sehingga penyalurannya tidak tumpang tindih,” ujarnya.

Cellica juga meminta warga agar tidak khawatir dengan diberlakukannya PSSB. Sebab, PSBB berbeda dengan lockdown.  “Ini hanya pembatasan aktivitas berkumpul secara besar,” ucapnya.

Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus memberikan pemahaman PSBB kepada masyarakat. Apalagi PSBB diberlakukan atas instruksi gubernur dan dilajukan pula di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Baca juga  Gelar KOPDAR di Purwakarta, Kang Emil Serap Aspirasi 27 Pemda se- Jabar

“Saya minta warga memahami hal ini demi memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ucapnya.

Cellica juga menjelaskan, aktivitas masyarakat selama PSBB tetap berjalan. Hanya saja, mereka harus diaiplin menggunakan protokol kesehatan.

“Ekonomi tetap bisa berjalan hanya harus ikuti aturannya. Boleh tidak keluar? Boleh, ada protokolernya, misal naik motor harus satu KK, klo beda gak boleh. Mobil harus 50 persen dari kapasitas. PSBB jangan diartikan sesuatu yang menakutkan,” ujarnya.

Sumber : Pikiranrakyat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini