PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Syarat Bepergian Naik Mobil Pribadi

16

JAKARTA  Pemerintah resmi memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) di wilayah Jawa-Bali mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

Tercatat ada tujuh daerah yang menerapkan PPKM jilid II. Ketujuh provinsi itu adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Sejumlah aktivitas masyarakat pun dibatasi demi mengurangi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Salah satu aktivitas yang dibatasi yakni sektor transportasi.

Mengutip dari megapol, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuat aturan perjalanan transportasi darat dan kendaraan bermotor.

Baca juga  Anggota MPR RI, Maruarar Sirait Ajak Kader TMP Amalkan Nilai-nilai Pancasila

Adapun yang termasuk transportasi darat adalah:

– Angkutan antarlintas batas negara
– Angkutan antarkota antarprovinsi
– Angkutan antarkota dalam provinsi
– Angkutan antarjemput antarprovinsi
– Angkutan pariwisata

Sementara itu, kendaraan bermotor perseorangan meliputi:

– Mobil penumpang
– Sepeda motor
– Angkutan sungai, danau, dan penyeberangan

Dituliskan dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Juklak Transportasi Darat, ada beberapa syarat bagi pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga  Wagub Jabar Hadiri Jumbara PMR IX Jabar di Sumedang

Untuk perjalanan ke Pulau Bali, pelaku perjalanan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau non-reaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan perjalanan dari dan ke Pulau Jawa, para pelaku perjalanan diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu, para pelaku perjalanan baik ke Pulau Bali maupun Jawa wajib mengisi electronic-Health Access Card (e-HAC) Indonesia.

Baca juga  Kapolda Jabar Rayakan Ultah Bupati dan Kapolres Subang

Kemudian, bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

Bagi yang bepergian selama masa PSBB Jawa-Bali ini, akan dilakukan pengawasan dengan melakukan tes acak (random testrapid test antigen di berbagai tempat, seperti di jalan dan tempat peristirahatan (rest area) di jalan tol untuk kendaraan bermotor perorangan.

Sumber : Kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini