Presiden Jokowi Minta Masyarakat Tidak Kucilkan Pasien Terinfeksi Covid-19

3

 CIMAHI,Lampusatu.com -Presiden Jokowi meminta masyarakat tidak mengucilkan warga yang terinfeksi Covid-19.

Dia mengaku, semestinya masyarakat bergotong-royong memberikan semangat terhadap pasien Covid-19. Hal tersebut dilakukan agar pasien tersebut cepat sembuh.

Jokowi mengapresiasi adanya warga di salah satu kompleks di Cimahi yang bergotong-royong membantu memberikan bantuan kepada pasien Covid-19.

“Saya mendengar berita tentang warga satu kompleks di Cimahi yang dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri, tetapi tetangga-tetangganya membantu. Tidak justru mengucilkan,” ujarnya melalui tulisan di Twitter pribadinya @jokowi seperti dipantau Ayobandung.com, Selasa (14/4/2020).

“Kegotongroyongan seperti inilah yang harus terus kita gaungkan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, di tengah ketakutan masyarakat akan paparan wabah Corona Virus Disease (Covid-19), cerita berbeda menyentuh sisi kemanusiaan terjadi di Kota Cimahi.

Baca juga  Polres Subang Terima Kunjungan Australia Federal  Police  di Objek Wisata Gunung Tangkuban Perahu

Bukannya menghindar, warga perumahan Cipageran Asri justru sigap merawat 4 orang warganya yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Kisah ini berawal saat satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan 2 anaknya diharuskan isolasi mandiri karena kepala keluarga divonis positif terjangkit Covid-19. Hal itu diketahui saat mereka menjalani rapid test pada 30 Maret 2020 lalu. sementara istri dan dua anaknya dinyatakan negatif.

“Namun mereka tetap berstatus orang dalam pemantauan (ODP) karena kontak langsung dengan kepala keluarga yang positif,” ungkap Ketua Forum Warga Kompleks Cipageran Asri, Yuli Setio Indartono, Kamis (9/4/2020).

Melihat kondisi tetangganya yang terpaksa mengurung diri, warga malah rutin berinteraksi dengan memasok semua kebutuhan pangan setiap hari.

Baca juga  Ridwan Kamil-Erick Thohir Tinjau Sentra Vaksinasi Kementerian BUMN

Warga memberikan kebutuhan seperti makan berat untuk pagi, siang, sore, dan malam. Ditambah vitamin dan kebutuhan pokok lainnya.

“Kebutuhan makan disuplai oleh warga, belanjanya hasil patungan. Dimasak oleh ibu-ibu PKK, nanti diantarkan ke rumahnya,”ujar dia.

Meski rutin memasok makanan, interaksi memang menjadi dibatasi. Pengantar makanan tidak melakukan kontak fisik namun cukup di batasi pagar rumah.

“Kita juga antisipasi jika memasok barang dibatasi pagar. Namun bukan itu intinya, kami ingin menunjukkan kepedulian dan memberi semangat secara psikologis kepada pasien agar cepat sembuh,” terangnya.

Kepada wartawan pasien positif Covid-19, M mengaku, salut dan bersyukur atas kepedulian tetangga perumahan yang ikhlas memberi pasokan selama menjalani isolasi mandiri.

Baca juga  Ratusan Buruh Berunjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Subang, Minta Pergub No.54 tahun 2018 Dicabut

“Jujur saya kagum dan sangat terharu dengan perlakuan mereka ke keluarga saya. Terima kasih untuk bapak dan ibu. Walaupun kita beda suku dan agama, tapi kami benar-benar sangat ditolong dan diperhatikan,” katanya.

Selama beraktivitas di rumah dalam masa isolasi, M dan keluarganya tetap melakukan kehidupan normal. Istrinya memasak, ia kadang berolahraga bersama anak-anaknya.

Hal itu dilakukan untuk membunuh rasa bosan dan mengalihkan pikiran negatif dari virus Corona.

“Aktivitas di rumah ya seperti biasa, istri saya kadang masak. Dan kita olahraga juga biar sehat. Kita ikut aturan pemerintah untuk isolasi dan jaga kesehatan dengan makan bergizi dan minum vitamin. Kita juga pakai masker terus di rumah, tidak kontak,” katanya

Sumber : Ayobandung.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini