Connect with us

Headline

Ratusan Buruh Subang Berunjuk Rasa di Depan Kantor Bupati , Ini Sejumlah Tuntutannya

Published

on

Foto : Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Persatuan (FSBP) dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kabupaten Subang kembali melakukan aksi  damai di halaman kantor Bupati Subang, Kamis siang (8/8/2019).

SUBANG,Lampusatu.com- Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Persatuan (FSBP) dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kabupaten Subang kembali melakukan aksi  damai di halaman kantor Bupati Subang, Kamis siang (8/8/2019).

Dalam Aksi damai Buruh itu di ikuti oleh Aliansi FSBP dan KASBI Subang dari sekitar 20 Perusahaan di wilayah Kabupaten Subang, diantaranya SBISA, SPISI, SBIT, SBP, BAI, SBCISF, SBEPI, dan FKBMI.

Kordinator Aksi dari Aliansi Buruh KASBI Subang, Rahmat Saputra mengatakan bahwa aksi damai yang dilakukan oleh para buruh ini dalam rangka menolak UU 13 Tahun 2003 versi pengusaha dan pemerintah, juga menolak upah padat karya untuk sektor garment, serta tetap berlakukan upah minimum sektoral.

Baca juga  Razia di Jalan Depan Kantor Desa Wanakerta, Satlantas Polres Subang Tilang Puluhan Pengendara Motor

“Beberapa waktu ke belakang telah ramai pemberitaan tentang rencana pemerintah tentang revisi UU 13 tahun 2003, tentang ketenagakerjaan yang dimana usulan revisi tersebut merupakan usulan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO),”ujar Putra sapaan akrabnya.

Dijelaskan putra, rencana pemerintah tentang revisi UU 13 tahun 2003 tersebut, ternyata adalah keinginan pengusaha yang telah diakomodir oleh pemerintah melalui kementrian tenaga kerja dan Presiden, serta DPR RI.

Baca juga  Kapolda Jabar Kunjungi Pos Pam Cikopo Terpadu, Ini yang Disampaikannya

“Untuk itu hal ini merupakan berita buruk buruk bagi buruh di Indonesia khususnya bagi kaum buruh di Kabupaten Subang, karena agenda tersebut jelas mengarah proteksi terhadap kaum buruh,”keluhnya.

Istimewa

Jika hal tersebut dibiarkan ditambahkan rahmat, jangankan buruh mendapatkan upah layak, atau kesejahteraan tidak direvisi saja UU itu sudah cukup bikin kita sengsara.

Baca juga  Malam Tahun Baru, Presiden Jokowi Undang Pedagang Angkringan ke Istana Bogor

“Apalagi direvisi dengan usulan para pengusaha, makin saja kita sengsara, makin saja kita jauh dari kesejahteraan. Maka kami akan terus berjuang untuk menolak revisi UU 13 tahun 2003, versi pengusaha dan pemerintah,” pungkasnya.

Aksi damai buruh inipun  dijaga ketat puluhan anggota Kepolisian dari Polres Subang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Subang, AKBP. Muhammad Joni S.Ik, M.Si.

Sampai berita ini diterbitkan, aksi damai pun masih berlangsung.

Wartawan : Iwan Sukmawan

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *