Respons Ridwan Kamil soal Wacana Penggantian Nama Provinsi Jawa Barat

BANDUNG,Lampusatu.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi wacana sejumlah tokoh Sunda, yang ingin mengembalikan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, wacana itu boleh saja dilontarkan namun untuk mengganti nama provinsi yang telah ditetapkan sejak tahun 1926 itu bukanlah hal yang mudah.

Sebabnya, Jawa Barat merupakan melting pot atau tempat bercampurnya tiga budaya. Pertama Sunda Priangan, Kecirebonan yang bahasanya dominan menggunakan bahasa Jawa serta Betawi dengan bahasa dan budayanya yang juga khas.

“Saya harus melihat dulu secara fundamental, karena jabar itu kalau secara judul memang bukan lagi Jawa bagian barat, Jawa paling barat kan Banten. Sudut paling barat ya bukan Jabar, tetapi Banten. Tapi Jabar itu budaya ada tiga, ada Sunda Priangan, Kecirebonan yang bahasanya Jawa dan ada Betawi,” ujar Ridwan Kamil usai melantik pengurus Baznas Provinsi Jawa Barat di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Rabu (14/10/2020)..

Baca juga  Cegah Wabah Corona, Disdikbud Subang : Libur Sekolah Diperpanjang Hingga 12 April 2020

Oleh karena itu, ucap pria yang akrab disapa Kang Emil itu, andaikata provinsi Jawa Barat berganti nama menjadi Tatar Sunda. Tentunya, kebijakan itu harus dipahami dan disepakati oleh warga Jabar di Cirebonan, maupun warga Jabar di daerah Betawi.

“Kalau tidak ada kesepakatan, maka hidup ini tidak akan mashlahat, jadi saya istilahnya melihat sebuah wacana, silakan, tapi masih panjang perjalanannya karena harus dipahami dan disetujui oleh pihak yang merasa berbeda, kalau itu dihadirkan,” ujar Kang Emil.

Baca juga  Gandeng Kick Andy Foundation, Bank BCA Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Warga Bandung Barat

Ia pun menjelaskan, memang sedianya Sunda itu bukan hanya etnis atau suku yang tinggal di Jawa bagian barat semata. Tetapi, Sunda merupakan wilayah geografis yang meliputi Sumatera, Kalimantan dan Jawa atau istilah lainnya Sunda Besar. “Kemudian ada Sunda Kecil yaitu Bali, Nusa Tenggara dan lain-lain, tapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi etnisitas, nah kesepakatan ini belum semua orang paham jadi masih panjanglah,” tuturnya.

Baca juga  Menag : Lebaran Tahun 2020 Jatuh Pada Minggu 24 Mei 2020

Sunda Besar dan Sunda Kecil yang dimaksud Kang Emil, ialah Lempeng Sunda yang merupakan bagian dari Lempeng Tektonik Eurasia, yang kini secara administratif meliputi Kalimantan, Jawa, Sumatera, bahkan sebagian Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, Singapura, Kamboja, dan Vietnam.

Sebelumnya, wacana penggantian nama provinsi ini muncul setelah sejumlah tokoh Sunda menggelar Kongres Sunda yang digelar di Aula Rancage Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Hadir di dalam sejumlah kongres tersebut sejumlah tokoh Kesundaan seperti Memet H Hamdan, Maman Wangsaatmadja, Iwan Gunawan, Ridho Eisy, Dharmawan Harjakusumah (Acil Bimbo), Andri P Kantaprawira, Ganjar Kurnia (eks Rektor Unpad), Adji Esha Pangestu dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca juga  Update Subang : Kasus Positif Covid-19 Bertambah Dua Orang, Kini Jadi 61 Orang

Ketua Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, Adji Esha Pangestu mengatakan, kata ‘Sunda’ saat ini hanya dikenal sebagai bagian dari suku yang tinggal di wilayah Barat. Padahal menurut garis sejarah, Sunda mencakup wilayah geografis yang besar mencakup Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya.

Baca juga  Kenali 6 Gejala Baru Infeksi Virus Covid-19

“Tahun 1926 penjajah memberi nama menjadi West Java atau Jawa Barat, saat itu Sunda diberi nama itu untuk penataan perkebunan. Itu usaha mengadu domba masyarakat yang dulu solid, baik dari etnis Jawa, Cina dan India. Bersinergi kuat dan sulit dikendalikan oleh Belanda,” ujar Adji.

Sumber : detik.com

Berita terbaru

Tetap Waspada ! Kasus Positif Covid-19 di Kab.Subang Kembali Melonjak Tinggi

SUBANG,Lampusatu.com - Dalam sepekan ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Subang kembali melonjak tajam.Dalam dua hari terakhir ini saja, 24 - 25 Oktober...

Ikut Bersihkan Sampah, Anggota TNI di Sumedang Ini Masuk Selokan

SUMEDANG,Lampusatu.com - Aksi bersih-bersih kembali dilakukan Anggota TNI dari Sektor 21 Subsektor 15 Sumedang. Heroiknya, para tentara tak segan masuk ke selokan. Sebelumnya di laporkan, pada Kamis (22/10/2020)...

Wabup Subang Ikuti Gowes Tipis-tipis Bareng Supel

SUBANG,Lampusatu.com -Dalam rangka anniversary ke-1 Subang Sepeda Lipat (Supel) diadakan sepeda sehat dengan peserta seluruh pengguna sepeda lipat, Minggu (25/10/20).Gowes tipis-tipis itu dilepas dan...

Berita Terkait

Tetap Waspada ! Kasus Positif Covid-19 di Kab.Subang Kembali Melonjak Tinggi

SUBANG,Lampusatu.com - Dalam sepekan ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Subang kembali melonjak tajam.Dalam dua hari terakhir ini saja, 24 - 25 Oktober...

Ikut Bersihkan Sampah, Anggota TNI di Sumedang Ini Masuk Selokan

SUMEDANG,Lampusatu.com - Aksi bersih-bersih kembali dilakukan Anggota TNI dari Sektor 21 Subsektor 15 Sumedang. Heroiknya, para tentara tak segan masuk ke selokan. Sebelumnya di laporkan, pada Kamis (22/10/2020)...

Wabup Subang Ikuti Gowes Tipis-tipis Bareng Supel

SUBANG,Lampusatu.com -Dalam rangka anniversary ke-1 Subang Sepeda Lipat (Supel) diadakan sepeda sehat dengan peserta seluruh pengguna sepeda lipat, Minggu (25/10/20).Gowes tipis-tipis itu dilepas dan...

Siap-siap Tahan Napas, Bau Busuk Sampah yang Berserakan di Kecamatan Jalancagak

SUBANG,Lampusatu.com - Tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan perbatasan Desa Jalancagak dan Desa Sarireja Kecamatan Jalancagak Subang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.Berdasarkan Lampusatu.com, Minggu (25/10/2020)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini