Salat Tarawih Tak Dilarang, Simak Aturan Kegiatan Ibadah Puasa Saat Pandemi 2021

32

Lampusatu.com – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat meminta umat muslim di Jabar mematuhi surat edaran Menteri Agama terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah /2021.

Pemerintah tidak melarang umat muslim melaksanakan ibadah di masjid. Namun terdapat ketentuan kapasitas masjid yang harus dipatuhi maupun dipahami umat muslim yang selama sebulan penuh kedepan akan melaksanakan ibadah puasa.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, surat edaran tersebut terbit pada Senin 5 Maret 2021 lalu. Pihaknya saat ini tengah melakukan sosialisasi pada masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Ada Sembilan poin panduan ibadah mulai dari salat berjamaah, pelaksanaan kultum atau dakwah,”ujar Daud, Selasa 6 Maret 2021.

Adapun panduannya, kata dia, di antaranya sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Baca juga  Pemkab Subang Genjot PAD dari PBB, Agus Masykur : Camat dan Kades Kerja Keras Capai Target

Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

“Pengurus masjid/mushala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain salat fardhu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Al-Qur’an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/mushala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing,” ucap dia.

Kemudian, pengajian, ceramah/taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15.

“Peringatan Nuzulul Qur’an di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” kata dia.

Baca juga  Resmikan Rumdin Barunya, Kapolres Bagikan Santunan 70 Anak Yatim

Dalam pelaksanaanya, lanjut Daut, dalam surat edaran tersebut meminta pengurus dan pengelola masjid/mushala sebagaimana kegiatan-kegiatan keagamaan tersebut wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah / mukena masing-masing.

“Untuk vaksinasi Covid- 19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2O2l tentang Hukum Vaksinasi Covid 19 Saat Berpuasa, dan hasll ketetapan fatwa ormas Islam lainnya,”ucap dia.

Poin selanjutnya, kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.

Baca juga  Diguyur Hujan Deras, Jalan Penghubung Desa Kalijati Barat - Tangulun Timur Terputus

Terakhir, dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah islamiyah, ukhuwuah watltaniyah, dan ukhuwwah baslmrigah serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

“Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-sunnah,”ujar dia membacakan surat edaran tersebut.

Akan tetapi, dengan adanya aturan tersebut, tentunya harus betul-betul dipatuhi oleh masyarakat.

Apabila tetap ingin menjalankan shalat tarawih di Masjid. Dengan demikian, aturan tersebut seperti masjid harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Sumber : Pikiranrakyat.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini