Selama Pandemi Covid-19, Pertengkaran Jadi Alasan Cerai Terbanyak di Jabar

BANDUNG.Lampusatu.com – Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai satu daerah dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Indonesia 2018, Jawa Barat menempati urutan kedua setelah Jawa Timur dalam jumlah kasus perceraian di 2017.

Bahkan, belakangan ini sebuah video yang memperlihatkan antrean mengular di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, juga sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut nampak antrean yang didominasi wanita hendak mengajukan gugatan cerai.

Berdasarkan data layanan Si Kabayan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jabar, setidaknya hingga Senin (7/9/2020) terdapat total 51.646 kasus cerai gugat dan 17.397 cerai talak yang telah diajukan dan diproses sejak Januari 2020 di PTA Jabar. Adapun cerai gugat adalah kasus perceraian yang diajukan oleh istri, dan cerai adalah adalah perceraian yang diajukan oleh suami.

Baca juga  Mulai Besok Subang Berlakukan PSBB, Petugas Berjaga 24 Jam di 14 Check Point

Dari angka tersebut, kasus ajuan perceraian paling banyak diajukan pada pertengahan tahun, yakni Juni dan Juli dengan masing-masing angka 12.603 kasus dan 11.778 kasus. Di bulan-bulan sebelumnya, kasus ajuan cerai ada di kisaran angka 2.000-8.000 kasus meskipun sempat berada di angka 11.249 kasus pada Januari 2020.

Sebenarnya jumlah perceraian di Jabar tahun ini memiliki pola yang tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan tahun lalu, dimana terjadi lonjakan ajuan perceraian di awal dan pertengahan tahun. Pada 2019, terdapat kasus ajuan perceraian sebanyak 11.714 kasus pada Januari, 8.013 kasus pada Juni dan 11.768 kasus pada Juli.

Baca juga  Ustadz Maung Mukmin, Kesal: Pejabat di Undang Pengajian Ga Pada Hadir

Namun, saat ini terdapat pergeseran faktor penyebab perceraian bila dibandingkan dengan dua tahun lalu. Hingga minggu pertama September 2020, mayoritas faktor penyebab perceraian di Jabar adalah akibat “perselisihan dan pertengkaran terus-menerus” yang mencapai 30.206 kasus.

Baca juga  Lanud Suryadarma Jadi Tuan Rumah Kompetisi Liga 3 Jabar

Faktor tertinggi kedua adalah faktor ekonomi yang mencapai 24.392 kasus. Sementara pada 2018 dan 2019, faktor perceraian tertinggi adalah akibat ekonomi.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Uung Kusmana membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, perceraian yang disebabkan oleh pertengkaran dan perselisihan antar pasangan mengalami peningkatan selama pandemi.

“Tidak seperti ini biasanya, hanya karena pada saat pandemi saja,” ungkapnya pada Ayobandung.com, Senin (8/9/2020).

Ia mengatakan, pertengakaran tersebut penyebab utamanya dipicu oleh cara berkomunikasi masing-masing pasangan yang kurang efektif. Pandemi Covid-19 juga dinilai sangat memengaruhi kestabilan keluarga dalam menjalankan fungsi-fungsinya.

Baca juga  Mahasiswa UI Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Laut Pantura Subang

“Kami menganalisis penyebab angka perceraian saat ini adalah karena efektivitas komunikasi dalam keluarga yang belum handal. Dengan keadaan keluarga yang serba diuji seperti pasangan kena PHK, ketahanan ekonomi keluarga terpengaruh,” paparnya.

Baca juga  Lanud Suryadarma Jadi Tuan Rumah Kompetisi Liga 3 Jabar

“Pada saat-saat inilah komunikasi tidak efektif berpotensi muncul,” ungkapnya.

Uung mengatakan, situasi tersebut juga didukung oleh situasi work from home. Frekuensi komunikasi pasangan meningkat akibat keadaan yang mengharuskan mereka bertemu 24 jam setiap harinya.

“Pada saat stay at home ini pasangan jadi bertemu setiap waktu. Biasanya hanya bertemu pagi dan malam, hanya berkomunikasi langsung sehari dua kali, sekarang jadi setiap waktu. Frekuensi komunikasinya bertambah, peluang pasangan untuk melakukan miskomunikasi semakin besar,” ungkapnya.

 

Sumber : ayobandung.com

Berita terbaru

Setelah Kehilangan Ronaldo, Juventus Juga Terancam Tanpa Bonucci saat Hadapi Barcelona

Lampusatu.com - Setelah terancam tanpa Cristiano Ronaldo, Juventus juga kemungkinan tak bisa memainkan Leonardo Bonucci dalam laga lanjutan Liga Champions 2020/2021. Juventus masih menanti hasil tes...

Kibarkan Bendera Putih, Vinales: Motor Suzuki Tidak Bisa Dikalahkan

Lampusatu.com - Joan Mir Bertengger di posisi puncak dengan mengemas 137 poin saat MotoGP 2020 tinggal menyisakan tiga race lagi. Peringkat ke-3 sementara, Maverick Vinales yang memiliki...

Karyawan Tetap Masuk Saat Cuti Bersama, Menaker: Wajib Diberikan Upah Lembur

JAKARTA,Lampusatu.com - Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB telah sepakat menetapkan Libur Nasional dan Cuti...

Keras! Erdogan Serukan Boikot Produk Prancis

Lampusatu.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta orang Turki untuk memboikot barang-barang Prancis. Hal itu dilakukan sebab pemerintah Turki marah atas pernyataan dari Presiden...

Berita Terkait

Kibarkan Bendera Putih, Vinales: Motor Suzuki Tidak Bisa Dikalahkan

Lampusatu.com - Joan Mir Bertengger di posisi puncak dengan mengemas 137 poin saat MotoGP 2020 tinggal menyisakan tiga race lagi. Peringkat ke-3 sementara, Maverick Vinales yang memiliki...

Karyawan Tetap Masuk Saat Cuti Bersama, Menaker: Wajib Diberikan Upah Lembur

JAKARTA,Lampusatu.com - Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB telah sepakat menetapkan Libur Nasional dan Cuti...

Keras! Erdogan Serukan Boikot Produk Prancis

Lampusatu.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta orang Turki untuk memboikot barang-barang Prancis. Hal itu dilakukan sebab pemerintah Turki marah atas pernyataan dari Presiden...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini